Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
2
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
23 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
3
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
4
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
23 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
5
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
Sepakbola
23 jam yang lalu
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
6
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
7 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Oknum PNS Pemprov Papua Diduga Perkosa Siswi SMA di Jakarta, Ibu Korban Siap 'Mati-matian' di Pengadilan

Oknum PNS Pemprov Papua Diduga Perkosa Siswi SMA di Jakarta, Ibu Korban Siap Mati-matian di Pengadilan
Ilustrasi: fountainhillsrevovery
Minggu, 02 Februari 2020 08:48 WIB
JAKARTA - A, seorang pria yang disebut sebagai pejabat pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Provinsi Papua, dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/1/2020) karena dugaan pemerkosaan terhadap siswi SMA di sebuah hotel di Jakarta.

An, Ibu dari korban yang juga berinisial A (inisial korban sama dengan inisial terduga pelaku) ini, melaporkan terduga pelaku ke polisi dan menyatakan siap mati-matian memperjuangkan keadilan bagi anaknya di meja hijau nanti.

"Nyawapun saya kasih untuk menangkan di peradilan," ujar An dikutip dari suara.com, Minggu (2/1/2020).

Lansiran tersebut juga mengungkap kronologi terjadinya aksi bejat oknum PNS itu. Semua bermula ketika terduga pelaku meminta nomor seluler korban pada An.

"Saya pikir masih (oknum) di Jayapura. Waktu saya kerja saya enggak tahu kalau si A ini telepon anak saya di sekolah," kata An, Sabtu (1/2/2020).

An sama sekali tak curiga saat memberi nomor ponsel anaknya pada terduga pelaku. Hal itu karena, oknum PNS itu merupakan teman dekat suaminya (ayah korban) sejak kecil.

Tepat pada 28 Januari lalu, oknum PNS itu menghubungi korban dengan maksud untuk memintanya bertemu di sebuah hotel di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Korban pun menurutinya, karena memang sudah kenal sedari kecil.

Di hotel tersebut, korban diajak oleh oknum PNS itu untuk makan. Namun setelah itu, oknum PNS tersebut malah mengajak korban untuk ke kamar dengan alasan tidak enak dilihat orang mengingat statusnya sebagai seorang pejabat.

Di dalam kamar hotel itu, korban diberi sebuah minuman berupa teh leci yang membuat korban tak sadarkan diri. Saat itulah oknum PNS melakukan aksinya.

"Masih pakai baju seragam terus ditidurin sama pelaku sampai anak saya tidak bisa bergerak," ungkap An.

Saat itu, oknum PNS tersebut sempat menyampaikan kepada korban agar jangan memberitahukan peristiwa cabul itu pada orang tua korban.

Korban memang tidak berani melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya, tapi korban memberanikan diri untuk menuturkan kejadian di Hotel itu kepada guru kepercayaan korban di sekolah.

Dari guru kepercayaan korban inilah, An mengetahui kabar anaknya telah mengalami tindakan perkosaan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww