Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
Politik
19 jam yang lalu
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
2
Penguatan Identitas Kuliner Lokal, BOPLBF Gelar Pelatihan Makanan Siap Saji dan 'Packaging'
Peristiwa
19 jam yang lalu
Penguatan Identitas Kuliner Lokal, BOPLBF Gelar Pelatihan Makanan Siap Saji dan Packaging
3
LaNyalla Desak Kapolri Usut Kasus Pembunuhan dan Penangkapan Jurnalis di Sulsel
Peristiwa
19 jam yang lalu
LaNyalla Desak Kapolri Usut Kasus Pembunuhan dan Penangkapan Jurnalis di Sulsel
4
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
DPR RI
18 jam yang lalu
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
5
"Bicara Buku bareng Wakil Rakyat", Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
Peristiwa
18 jam yang lalu
Bicara Buku bareng Wakil Rakyat, Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
6
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
MPR RI
17 jam yang lalu
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Razia Kos-kosan di Nagari Sungai Kambuik Dharmasraya, Ditemukan Belasan Liter Tuak

Razia Kos-kosan di Nagari Sungai Kambuik Dharmasraya, Ditemukan Belasan Liter Tuak
Ditemukan belasan liter tuak saat razia kos-kosan di Nagari Sungai Kambuik.
Senin, 10 Februari 2020 10:04 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA- Banyaknya rumah kontrakan dan kos-kosan yang dihuni warga tak dikenal sudah sangat meresahkan masyarakat Nagari Sungai Kambuik, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar).
 

Mendapatkan laporan warga terkait hal itu, Wali Nagari Sungai Kambuik, Asrial Amri, bersama Camat Pulau Punjung, Khairul, Kapolsek Pulau Punjung, Iptu Syafrinaldi dan Babinsa melakukan razia ke rumah kontrakan dan kos-kosan yang ada di wilayah tersebut, Sabtu malam (8/2/2020).

Razia yang dimulai sekira pukul 22.30 WIB, hasilnya didapatkan warga yang telah tinggal berbulan-bulan, namun tak pernah melapor ke pihak jorong maupun nagari. Selain itu, juga diamankan miras oplosan alias tuak sebanyak 15 liter di sebuah warung di jalan baru Nagari Sungai Kambuik.

Wali Nagari Sungai Kambuik, Asrial Amri menegaskan, akan terus melakukan razia dan imbauan kepada warga yang tinggal di Nagari Sungai Kambuik. "Kita akan terus menggelar razia dan imbauan kepada para penghuni rumah kontrakan dan kos-kosan agar melapor ke pihak nagari melalui kepala jorong," ujarnya.

Razia ini, katanya, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara pihak nagari tidak mengetahui bahwa ada warga baru yang tinggal disini. "Kalau ada persoalan baru melapor, ini yang sering terjadi," ujarnya.

Untuk itu, sambungnya, kita akan panggil pemilik kontrakan dan kos-kosan agar melaporkan warga yang tinggal di tempatnya.Terkait dengan ditemukannya penjual miras oplosan, pihaknya bersama-sama pihak kepolisian akan memanggil dan mengambil tindakan tegas apabila kedapatan masih menjual tuak.

"Kalau masih kedapatan, akan kita tindak tegas dan serahkan ke pihak kepolisian," tegasnya.

Wali Nagari juga mengucapkan terima kasih kepada Camat, Kapolsek, Babinsa dan pemuda Nagari Sungai Kambuik yang telah ikit berperan dalam menggelar razia guna menjaga keamanan nagari.

"Terima kasih kepada Pak Kapolsek, Babinsa dan pemuda Sungai Kambuik, yang telah berperan besar dalam menjaga keamanan nagari," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pulau Punjung Iptu Syafrinaldi mengapresiasi semangat pemuda dan perangkat Nagari Sungai Kambuik yang antusias melakukan pendataan melalui razia di beberapa rumah kontrakan dan kos-kosan yang ada di Nagari Sungai Kambuik.

"Ini hal yang layak kita apresiasi, karena ini demi menjaga keamanan nagari, maka warga bersama-sama pihak nagari melakukan razia," ujar Kapolsek Pulau Punjung.

Katanya, dalam giat kali ini didapatkan warga yang telah mengontrak selama 8 bulan, namun tidak melapor ke pihak jorong maupun nagari. "Warga yang belun melapor kita minta identitasnya, dan kita minta agar datang ke kantor wali nagari," ujarnya.

Sementara itu, pihaknya juga menemukan warga yang mengontrak sedang asik meminum miras oplosan atau tuak. Saat ditanya tempat ia membeli tuak tersebut, kita langsung menuju TKP penjualan miras oplosan itu.

"Di warung yang menjual tuak ini didapati warga asal luar Pulau Punjung yang sedang asik minum tuak, dan kita sita semuanya, didapatkan sebanyak 15 liter," ujarnya.

Ia menambahkan, kepada pemilik warung juga kita ingatkan agar lagi tidak menjual tuak. Jika kedapatan akan diamankan. (ep)


wwwwww