Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
22 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
2
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
22 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
3
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
4
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
23 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
5
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
Sepakbola
23 jam yang lalu
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
6
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
7 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Masyarakat Paham Sejarah NKRI, Selepas HNW Melakukan Sosialisasi Empat Pilar

Masyarakat Paham Sejarah NKRI, Selepas HNW Melakukan Sosialisasi Empat Pilar
Foto: Ist.
Rabu, 12 Februari 2020 13:52 WIB
JAKARTA - Saat Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, di kawasan Kampung Johar Baru, Jakarta, Senin (10/2/2020) lalu, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) memaparkan peran ulama dan ummat Islam dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Meski ulama dan ummat Islam bukan satu-satunya yang berjuang membentuk NKRI, tapi peran besar mereka tidak bisa ditiadakan begitu saja”, ujarnya dihadapan ratusan masyarakat peserta sosialisasi.

Dengan demikian diharapkan agar jangan sampai bangsa ini mengalami islamopobhia karena mengira umat Islam tidak punya jasa pada Indonesia sehingga mereka dituduh dan dipojokkan.

Diungkapkan, dulu ulama berjuang di garda terdepan kemerdekaan. Dicontohkan, melalui Resolusi Jihad, ulama dan ummat Islam turun ke medan perang untuk membela keutuhan NKRI.

“Ulama dan umat Islam memiliki peran besar terhadap bangsa ini sehingga jangan dituduh radikal," tegasnya.

Dalam siaran pers Rabu (12/2/2020), HNW menegaskan agar umat Islam tidak anti terhadap demokrasi yang ada di Indonesia. Pancasila, kata HNW, "memberi kesempatan kepada semua untuk menghidupkan kehidupan beragama,".

Apa yang disampaikan oleh HNW memberi kesadaran masyarakat akan peran ulama dalam sejarah perjuangan bangsa sehingga peserta sosialisasi takjub atas besarnya peran ulama dalam ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia bahkan para ulama rela menerima konsensus bersama untuk menjadikan Sila I Pancasila berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Salah seorang peserta sosialisasi, Rukdiati, menyampaikan kini ia lebih mengerti peran besar ulama dalam pembentukan NKRI. Ia merasa selama ini peran ulama cenderung tidak dimunculkan dalam buku-buku sejarah. Oleh karena itu menurutnya penting baginya slogan Jas Hijau terus dikemukakan.

“Pak Hidayat menyampaikan kepada kami bahwa tidak cukup dengan Jas Merah (jangan sekali-kali melupakan sejarah), tapi juga Jas Hijau (jangan sekali-kali menghilangkan jasa ulama)," ujar Rukdiati.

Peserta lainnya, Melly Wijaya, dari kelurahan Tanah Tinggi, menyatakan kekhawatirannya akan anak-anak jaman sekarang yang mungkin sudah lupa dengan sejarah. Oleh karena itu ia merasa Sosialisasi 4 Pilar dapat memahamkan kembali proses perjalanan bangsa hingga terbentuknya NKRI, termasuk peran besar ulama di dalamnya.

“Dari pemaparan Pak Hidayat, saya menjadi paham bahwa terbentuknya NKRI tidak lepas atas perjuangan ulama dan ummat Islam," ujarnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Umum, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww