Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
5 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
2
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
3
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
Peristiwa
23 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
4
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Internasional
12 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
5
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
8 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
6
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu 'Ke Diri', Bukan Kediri

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Ke Diri, Bukan Kediri
Senin, 17 Februari 2020 13:25 WIB
JAKARTA - Kediri, Jawa Timur, tengah ramai jadi perbincangan publik. Topik yang disoroti adalah masalah klenik wilayah yang diapit Gunung Kelud dan Gunung Liman itu.

Klenik itu bahkan disampaikan pejabat negara. Adalah Sekretaris Kabinet, Pramono Anung yang memulai. Tepatnya saat berkunjung ke Ponpes Lirboyo Kediri.

Mantan Sekretaris Jenderal PDIP itu mengaku telah melarang Presiden Joko Widodo pergi ke Kediri lantaran khawatir akan lengser pasca berkunjung. Dia mencontohkan peristiwa yang terjadi pada Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang lengser pasca ke Kediri.

Manatan Jurubicara Gus Dur, Adhie Massardi membantah. Menurutnya, Gus Dur lengser bukan karena ke Kediri melainkan karena kepentingan politik.

Terlepas dari itu, dia ingin meluruskan klenik yang dipercaya Pramono Anung tersebut. Menurutnya, bukan Kediri yang jadi pantangan penguasa, melainkan “ke diri”.

“Ke diri, bukan Kediri (kota) yang jadi pantangan bagi penguasa,” terangnya kepada redaksi, Senin (17/2).

Artinya, urai Adhie Massardi, kekuasaan jangan hanya untungkan “ke diri” dan kelompok saja. Tapi harus berorientasi ke rakyat.

“Apalah artinya kekuasaan jika bukan buat sejahterakan (rakyatnya),” tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:rMOL.ID
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww