Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
11 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Beda Jokowi, Dulu SBY Lebih Utamakan Keselamatan Rakyat daripada Pariwisata

Beda Jokowi, Dulu SBY Lebih Utamakan Keselamatan Rakyat daripada Pariwisata
Rabu, 04 Maret 2020 13:40 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo harus bisa meniru Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang segera mengeluarkan peraturan presiden saat menghadapi bencana kesehatan.

Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB), Damai Hari Lubis ingat, SBY dengan sigap langsung mengeluarkan Perpres 7/2006 saat menghadapi virus flu burung.

"Jadi SBY nampak lebih menomorsatukan keselamatan jiwa daripada sektor keuntungan pariwisatanya," ucap Damai Hari Lubis, Rabu (4/3).

Karena, kata Damai, jika pemerintahan Presiden Jokowi hanya mementingkan keuntungan pariwisata, maka akan menimbulkan dampak yang berbahaya bagi bangsa Indonesia.

"Rawan dan timbulkan pada kesehatan bangsa dari Sabang hingga Merauke, sehingga dampak kerugian penanggulangan virus corona dan jumlah korban manusia yang terjangkit dari sisi ekonomi atau cost-nya pun berisiko akan lebih besar, daripada income pariwisatanya," jelas Damai.

Selain itu, dengan adanya perpres pun juga mengatur agar wisatawan dari luar negeri tidak bisa masuk ke Indonesia. Apalagi turis tersebut berasal dari negara yang juga terjangkit virus corona baru atau Covid-19.

"Pemasukan sektor para turis akan tidak seberapa pada saat ini, dibanding dengan beban risiko tinggi oleh masuknya turis mancanegara ke negeri ini, karena mereka potensial pemicu atau pembawa corona," terangnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww