Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
MPR RI
23 jam yang lalu
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
2
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
MPR RI
23 jam yang lalu
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
3
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
16 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
4
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
14 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
5
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
6
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
14 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Mendagri Sebut NU Cocok untuk Indonesia

Mendagri Sebut NU Cocok untuk Indonesia
Mendagri Tito Karnavian. (Dok. Puspen)
Rabu, 04 Maret 2020 13:40 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
NUSA TENGGARA BARAT - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. Tito Karnavian menyebut sebagai salah satu pilar Bangsa Indonesia yang plural dan multikultural.

"Karena NU ini menjadi bagian yang sangat penting bagi bangsa ini, bukan hanya di bidang pendidikan, yang tidak kalah penting menurut saya, pendidikan ini adalah metodenya, salah satu pilar utama bangsa ini untuk tetap tegak berdiri itu adalah pilar Nahdlatul ulama," kata Mendagri saat menghadiri Wisuda Diploma dan Sarjana Universitas Nahdlatul Ulama, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (03/03/2020) kemarin.

Islam di Indonesia, kata Tito, dikenalkan dengan kata-kata dan secara persuasif oleh NU. "Turunlah para wali-wali, ada Wali Songo yang mengajarkan kebudayan Islam yang beradaptasi dengan kebudayaan lokal,dan Islam mulai berkembang dengan sangat pesat di Indonesia,".

"Dan NU sampai saat ini masih terus memegang pemahaman seperti itu, bahwa memperkenalkan Islam dengan cara-cara persuasif, bukan dengan cara kekerasan," kata Tito.

Di tengah-tengah Pancasila, lanjut Mendagri Tito, konsep NU untuk merangkul Kebhinekaan ini, cocok dengan kondisi bangsa ini yang penuh dengan pluralisme, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945.

NU, dinilai Tito, memiliki unsur-unsur yang militan dan menggunakan metode pendidikan, "sehingga memengaruhi pikiran dan masuk ke sektor-sektor terutama kalangan elit,".

"Kalau Pesantren sudah masuk di kampung-kampung, tapi masuk juga dikalangan elit, sehingga akan muncul cendekiawan muslim yang akan membawa ideologi yang secara plural dan kemudian mohon maaf bisa meredam cara yang sama yang digunakan oleh ideologi yang kurang cocok dengan Ideologi Pancasila," tegas Mendagri.***


wwwwww