Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
19 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
7 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
18 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
20 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Dampak Corona, MPR Perlu Antisipasi Krisis Politik

Dampak Corona, MPR Perlu Antisipasi Krisis Politik
Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Syaifullah Tamliha (kanan). (Foto: KWP)
Jum'at, 06 Maret 2020 19:46 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Syaifullah Tamliha, menyatakan sependapat jika hal yang paling penting diwaspadai dari Corona adalah dampaknya terhadap perekonomian.

Sebelumnya, kekhawatiran akan dampak ekonomi dari Wabah Corona disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid.

"Saya sependapat dengan wakil ketua MPR, bahwa terkait virus Corona, Indonesia yang paling kena dampaknya secara ekonomi, bukan penyembarannya. Sebagai badan anggaran saya pasti berasumsi," kata Syaifullah dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Syaifullah menjelaskan, setiap penurunan 1% pertumbuhan ekonomi China, akan berakibat kepada penurunan 0,3% pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Jika yang saya cermati, pertumbuhan ekonomi China itu turun 2%, berarti (bisa, Red) turun 0,6% pertumbuhan ekonomi Indonesia,".

Dampak Corona, Dollar Amerika mungkin mendulang benefit. Tapi, kata Syaifullah, "dengan beban hutang Indonesia lebih dari Rp 5000 triliun, itu berdampak luar biasa karena jika dolar menyentuh Rp 15.000, kita sudah memasuki krisis ekonomi,".

Di Indonesia, Syaifullah mengungkapkan, bisnis batubara termasuk yang tengah terganggu karena Corona. Ini, selain bisnis mal yang juga mungkin terdampak, karena setidaknya satu mal di pusat kota Jakarta sempat terpantau sepi oleh Syaifullah.

"Tujuan ekspor batubara orang Kalimantan itu ada di China. Sudah 1 bulan kita tidak bisa mengirim batubara ke China, sementara karyawan harus dibayar, BBM harus dibayarkan. Kan bukan kecil cost dari pertambangan itu,".

Dengan terbukanya potensi krisis itu, Syaifullah juga menekankan pentingnya antisipasi agar krisis tak melebar ke arah krisis politik.

"Krisis ini mudah-mudahan tidak bergeser ke wilayah politik kalau bergeser ke wilayah politik ini sangat berbahaya. Dan MPR antisipasi kalau itu krisis politik." kata Syaifullah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Ekonomi, Metropolitan, Lingkungan, DKI Jakarta
wwwwww