Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
19 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Badminton

Dampak Ekonomi dari Wabah Corona di Dunia Perlu Diantisipasi

Dampak Ekonomi dari Wabah Corona di Dunia Perlu Diantisipasi
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid (kiri). (Foto: KWP)
Jum'at, 06 Maret 2020 17:07 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid menilai, penyebaran virus Corona belum menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan di Indonesia. Dampak ekonomi dari virus Corona, justru lebih penting untuk ditangani.

"Yang mengkhawatirkan justru dari sisi ekonomi dampaknya. Karena pasar China lesu, banyak orang spekulan juga yang memanfaatkan itu. Mungkin rumah sakit-rumah sakit dan alat-alat kesehatan juga akan terjadi pelonjakan kenaikan," kata Jazilul di diskusi 'Penerapan Pilar Kebangsaan dalam Situasi Krisis', Jumat (6/3/2020).

Indonesia itu, kata Jazilul, "bisa menghalau virus Corona tetapi belum tentu Indonesia bisa menghalau dampak dari semua negara yang ada,".

Faktanya, lanjut Jazilul, Indonesia tidak bisa segera menyelesaikan agar orang Islam bisa kembali menjalankan ibadah Umroh ke Saudi Arabia. "Indonesia juga belum tentu bisa menguatkan nilai tukar rupiah, belum tentu juga akan kuat terus, termasuk juga indeks saham gabungan,".

"Itu menurut saya yang justru mengkhawatirkan," ujar Jazilul yang juga sempat menyebut data penurunan ekonomi terkini di kisaran angka 1 koma sekian digit.

Kesiapan dalam menghadapi dampak ekonomi ini, perlu menjadi langkah bersama semua pihak yang diikat perasaan sebangsa melalui Pancasila maupun 4 Pilar MPR RI. Kuncinya, jangan sampai dampak ekonomi berujung pada krisis yang lebih besar.

"Ada pengamat yang bilang 6 bulan lagi pemerintahan ini jatuh. Itu menurut saya pernyataan panik, jangan-jangan yang mendengar juga panik. Itu menurut saya menambah krisis. Kita kurangi pernyataan yang membuat kita pesimis dan menjadi krisis," tegas Jazilul dalam diskusi yang berlangsung di Media Center DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Olympic, Ekonomi, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww