Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
8 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
4 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
10 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Dejan Tetap Apresiasi Kerja Keras Pemain PSS Meski Gagal Raih Poin Penuh

Dejan Tetap Apresiasi Kerja Keras Pemain PSS Meski Gagal Raih Poin Penuh
Selasa, 10 Maret 2020 21:19 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SLEMAN - PSS Sleman gagal memenuhi ambisi meraih poin penuh di depan publik sendiri. Tim Super Elang Jawa hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat menjamu PS Tira pada laga pekan kedua Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020 di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta, Minggu (8/3/2020).

Hasil ini tak merubah posisi kedua tim yang tetap di papan bawah klasemen atau bahkan satu strip di zona degradasi. Sama-sama mengoleksi satu poin, PSS di posisi ke-15 diikuti PS Tira di posisi ke-16.

Meski tertahan, pelatih PSS Dejan Antonic tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. Bagus Nirwanto dan kolega sudah tampil maksimal.

"Pertama saya ucapkan terima kasih untuk pemain karena bekerja keras. Mereka sudah bermain seperti tim," kata Dejan.

Kedua tim langsung tampil terbuka sejak wasit membuka laga, meski pertandingan berlangsung dalam tempo lambat. Berhati-hatinya kedua tim dalam menyerang membuat minimnya peluang yang diciptakan hingga skor imbang 0-0 menjadi hasil di babak pertama.

Usai turun minum, keadaan tak berubah. Pergantian pemain yang dilakukan kedua tim untuk menambah daya gedor tak berbuah gol justru di ujung laga PSS harus bermain dengan 10 orang setelah Derry Rahman yang baru masuk di babak kedua mendapat kartu merah karena mengantongi kartu kuning keduanya.

"Memang ada perubahan permainan dibanding saat lawan (PSM) Makassar. Babak kedua juga banyak peluang dan lawan tidak ada satu tendangan ke gawang kita," tegas pelatih berusia 52 tahun tersebut.

Sementara pelatih PS Tira, Igor Kriushenko memuji perjuangan anak asuhnya sepanjang pertandingan. Dia tak menampik laga itu berjalan sengit dan keras.

"Kedua tim memang sama-sama ingin menang, untuk itu tampil dengan tempo tinggi. Namun saya ingin berterima kasih kepada pemain yang sudah bekerja keras," ujar Igor. ***

wwwwww