Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
22 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
24 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Home  /  Berita  /  Badminton

DPR Geram ada Siswi Dipegangi Tangan dan Kakinya, Digerayangi Anunya

DPR Geram ada Siswi Dipegangi Tangan dan Kakinya, Digerayangi Anunya
Lima orang pelajar tengah diperiksa polisi terkait bullying mengarah pelecehan seksual. (Foto: Tribun Manado)
Selasa, 10 Maret 2020 22:09 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Bramantyo, menyesalkan insiden bullying mengarah ke pelecehan seksual yang menimpa seorang siswi SMK di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut). Siswi SMK tersebut digerayangi ramai-ramai oleh pria dan wanita, dan viral di media sosial (medsos).

"Berkenaan dengan apa yang terjadi di Bolaang Mongondow, yang menimpa siswi SMK itu, Saya sangat menyesalkan hal seperti itu terjadi dan berharap ada tindakan tegas dari pihak sekolah dan juga orang tua murid dalam membina para pelakunya," kata Bramantyo di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Bramantyo menuturkan, mengingat kasus bullying memang kerap terjadi, sudah saatnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, membuat kebijakan tegas untuk menyelesaikan permasalahan bullying di sekolah.

"Karena seharusnya lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak-anak mengenyam pendidikan dan menjadi kaum yang terdidik," ujarnya.

Perlu disadari bersama bahwa pencegahan dan penanganan bullying, kata Bramantyo, membutuhkan kerjasama yang solid antara pemerintah, pihak sekolah, orang tua murid, dan tentunya masyarakat luas.

Sebelumnya sebuah video berdurasi 26 detik, viral di media sosial. Dalam video, nampak seseorang yang mengenakan seragam putih-abu-abu dipegangi kaki dan tangannya oleh sejumlah orang. Organ intim si siswi dipegang-pegang, baik oleh pria maupun wanita yang memegangi kaki dan tangan si siswi.

Kepala Dinas Pendidikan Sulut, melalui Kepala Bidang (Kabid) SMA Artuhur Tumipa mengatakan, akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan di media sosial terkait video itu. Ada netizen yang mengatakan orang-orang di video itu bicara dengan logat Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

"Kita akan menindaklanjuti dengan mengecek di setiap kepada-kepala cabang dinas, jadi kita ada empat cabang di Bolaang Mongondow, kita akan telusuri," katanya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Umum, DKI Jakarta, Sulawesi Utara
wwwwww