Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kerangkat Tim Persela Sudah Terbentuk Kata Nil Maizar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kerangkat Tim Persela Sudah Terbentuk Kata Nil Maizar
2
Kadis Dukcapil pun Diminta Berkawan dengan Penjaga Makam
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Kadis Dukcapil pun Diminta Berkawan dengan Penjaga Makam
3
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
Politik
6 jam yang lalu
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
4
LaNyalla Desak Kapolri Usut Kasus Pembunuhan dan Penangkapan Jurnalis di Sulsel
Peristiwa
6 jam yang lalu
LaNyalla Desak Kapolri Usut Kasus Pembunuhan dan Penangkapan Jurnalis di Sulsel
5
Penguatan Identitas Kuliner Lokal, BOPLBF Gelar Pelatihan Makanan Siap Saji dan 'Packaging'
Peristiwa
6 jam yang lalu
Penguatan Identitas Kuliner Lokal, BOPLBF Gelar Pelatihan Makanan Siap Saji dan Packaging
6
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
DPR RI
6 jam yang lalu
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

DPR Geram ada Siswi Dipegangi Tangan dan Kakinya, Digerayangi Anunya

DPR Geram ada Siswi Dipegangi Tangan dan Kakinya, Digerayangi Anunya
Lima orang pelajar tengah diperiksa polisi terkait bullying mengarah pelecehan seksual. (Foto: Tribun Manado)
Selasa, 10 Maret 2020 22:09 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Bramantyo, menyesalkan insiden bullying mengarah ke pelecehan seksual yang menimpa seorang siswi SMK di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut). Siswi SMK tersebut digerayangi ramai-ramai oleh pria dan wanita, dan viral di media sosial (medsos).

"Berkenaan dengan apa yang terjadi di Bolaang Mongondow, yang menimpa siswi SMK itu, Saya sangat menyesalkan hal seperti itu terjadi dan berharap ada tindakan tegas dari pihak sekolah dan juga orang tua murid dalam membina para pelakunya," kata Bramantyo di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Bramantyo menuturkan, mengingat kasus bullying memang kerap terjadi, sudah saatnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, membuat kebijakan tegas untuk menyelesaikan permasalahan bullying di sekolah.

"Karena seharusnya lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak-anak mengenyam pendidikan dan menjadi kaum yang terdidik," ujarnya.

Perlu disadari bersama bahwa pencegahan dan penanganan bullying, kata Bramantyo, membutuhkan kerjasama yang solid antara pemerintah, pihak sekolah, orang tua murid, dan tentunya masyarakat luas.

Sebelumnya sebuah video berdurasi 26 detik, viral di media sosial. Dalam video, nampak seseorang yang mengenakan seragam putih-abu-abu dipegangi kaki dan tangannya oleh sejumlah orang. Organ intim si siswi dipegang-pegang, baik oleh pria maupun wanita yang memegangi kaki dan tangan si siswi.

Kepala Dinas Pendidikan Sulut, melalui Kepala Bidang (Kabid) SMA Artuhur Tumipa mengatakan, akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan di media sosial terkait video itu. Ada netizen yang mengatakan orang-orang di video itu bicara dengan logat Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

"Kita akan menindaklanjuti dengan mengecek di setiap kepada-kepala cabang dinas, jadi kita ada empat cabang di Bolaang Mongondow, kita akan telusuri," katanya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pendidikan, DKI Jakarta, Sulawesi Utara

wwwwww