Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
17 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
2
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
24 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
3
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
18 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
4
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Politik
24 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
5
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
DPD RI
21 jam yang lalu
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
6
Soal Pemurnian Virus, DPR Tegaskan Dukungan pada Penelitian menuju Vaksin
Kesehatan
23 jam yang lalu
Soal Pemurnian Virus, DPR Tegaskan Dukungan pada Penelitian menuju Vaksin
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Sambangi Curug Kanoman, Kabiro Humas MPR Minta Pemuda Giatkan Objek Wisata

Sambangi Curug Kanoman, Kabiro Humas MPR Minta Pemuda Giatkan Objek Wisata
Objek Wisata Curug Kanoman Gringgingsari. (Dok. Humas MPR)
Sabtu, 14 Maret 2020 18:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BATANG - Dua kali mengunjungi Objek Wisata Curug Kanoman di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kabiro Humas MPR RI, Siti Fauziyah, mengaku terkesan dengan keindahan alam air terjun tersebut.

Curug Kanoman kata Bu Titik, sapaan akrab Siti Fauziyah, sejatinya bisa dikembangkan lagi dan bisa mengangkat perekonomian masyarakat sekitar, jika dikelola dengan benar dan Profesional.

Hal demikian, diungkapkan Siti Fauziyah saat memberikan sambutannya di acara pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Rabu (11/3/2020) lalu.

"Pertama saya sangat mengapresiasi dengan kegigihan para pemuda yang tergabung di Gerakan Remaja Mandiri (GRAM). Berkat mereka (Anak-anak muda, red), air terjun atau Curug Kanoman bisa dibuka untuk masyarakat sebagai lokasi wisata atau tempat berlibur," ujarnya.

"Jangan menyerah dan putus asa, terus berusaha dan harus dikelola dengan baik. Lokasinya sangat strategis, indah dan nyaman. Hanya saja fasilitasnya masih banyak yang kurang," timpalnya.

Ia berharap, Pemerintah setempat, mulai dari Kecamatan, Bupati dan Gubernur, bisa lebih berperan memberikan bantuan baik materi maupun pemikiran untuk memajukan objek wisata tersebut.

"Saya melihat ada potensi yang luar biasa disini. Selain objek wisatanya, juga ada lokasi makam wali serta berbagai macam budaya yang bisa dikembangkan. Jika semua kompak, masyarakatnya kompak, pemdanya mendukung, saya yakin Desa Gringgingsari tidak akan tertinggal lagi dengan daerah lain," ujarnya.

Untuk diketahu, Curug Kanoman adalah lokasi wisata di Batang, yang dibuka secara swadaya oleh anak-anak muda dan masih sangat alami.

Curug Kanoman bukan air terjun biasa, pasalnya, air yang mengalir dari sungai tampak unik melalui bebatuan yang terhampar luas dan menyatu.

Bebatun itu adalah jenis "Ploso" atau batu dinding yang tak berujung. Batu ini pun terlihat menyatu seperti beton.

Air sungai ini sendiri mengalir dari pegunungan yang masih alami dan segar. Pada hari Sabtu atau Minggu, biasanya wisatawan lokal yang didominasi anak-anak sekolah akan datang ke lokasi ini.

Suasana alam semakin kental dengan suara-suara binatang serangga dan burung-burung. Suara gemuruh air juga seperti ornamen musik yang menambah keindahan bagi telinga. Karakteristik air terjunnya merayap. Batuan penyusunnya juga unik, mirip dengan pahatan-pahatan tangan. Namun menurut warga sekitar, bebatuan tersebut murni terbentuk oleh alam.

Air terjun ini juga memiliki dua tingkat. Tingkat pertama, ketinggiannya kurang lebih 8 meter. Sementara tingkat kedua memiliki ketinggian sekitar 7 meter, letaknya berada dibawah aliran air terjun tingkat pertama.

Dari Kota Batang, akses menuju tempat wisata ini tidak sulit. Pengunjung cukup naik kendaraan umum baik angkot atu bus kota dengan trayek ke Pasar Bandar. Lalu turun di Simpang Tugu dengan ongkos sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000 an.

Perjalanan dilanjutkan dengan naik ojek menuju lokasi Desa Gringging Sari sekitar Rp20 - Rp30 ribuan sekali jalan. Jika tidak mau ribet, bisa langsung naik ojek dari Kota Batang/Kota Pekalongan langsung menuju lokasi dengan biaya sekitar Rp50.000.

Lokasi Curug Kanoman ini tidak jauh dari jantung desa. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua atau berjalan kaki sekitar 15 menit. Selain Curug Kanoman, di desa tersebut juga terdapat wisata sejarah para wali (Sunan).

Di lokasi wisata religi ini, terdapat peninggalan wali Syekh Abdurrahman Kajoran. Seperti Masjid Al Karomah, dan Makam Sunan Kajoran sendiri. Jika beruntung, pengunjung juga bisa menyaksikan proses bersih-bersih pakaian dan tasbih serta tongkat Sunan Kajoran.

Di Desa Gringgingsari ini juga terdapat lokasi yang disebut dengan Sendang Depok. Ini merupakan sumber mata air/ yang aliran airnya menggunakan pancuran dari bambu.

Konon katanya, obyek itu adalah peninggalan Sunan Kajoran disaat menyebarkan agama Islam. Air yang keluar dari balik bebantuan dan pohon besar tersebut, diyakini adalah bekas tancapan tongkat dari sang wali.

Dari hasil perbincangan dengan warga di desa tersebut, para pengunjung atau tamu disarankan untuk hati-hati jika ke lokasi Sendang Depok ini. Selain memang dikeramatkan, Sendang ini juga diyakini bisa "Mbendoni" atau "Kebendu". Dalam bahasa Indonesia, bisa mengakibatkan hal-hal yang tak terduga.

Belum Tersentuh Pemerintah

Sayangnya, Desa yang penuh dengan keindahan alam dan memiliki situs sejarah kewaliyan tersebut, hingga kini belum tersentuh oleh pemerintah setempat.

Keinginan warga untuk menjadikan beberapa lokasi sebagai objek wisata masih terkendala beberapa hal. Baik sarana maupun prasarananya.

"Dulu sempat ada bantuan dari Bupati lama yakni Yoyok Sudibyo, itupun masih untuk pembangunan masjid dan Makam. Namun totalnya kita tidak tahu pasti," ujar warga.

Warga pun berharap, agar Pemerintah Kabupaten Batang, melalui Dinas Pariwisata bisa mengupayakan bantuan materi untuk pembangunan sarana dan insfrastuktur menuju beberapa objek wisata yang ada di desa tersebut.***


wwwwww