Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
6 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Greg Enggan Pikirkan Kerugian Akibat Covid 19

Greg Enggan Pikirkan Kerugian Akibat Covid 19
Sabtu, 18 April 2020 00:19 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - PSSI memutuskan setiap klub perserta Kompetisi Sepakbola Liga 1 dan Liga 2 2020 membayar gaji pemain maksimal sebesar 25 persen dari nilai kontrak. Hal ini terkait penghentian Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020 akibat pandemi virus Corona atau Covid-19. Namun, kapten Madura United, Greg Nwokolo menyikapi lain pemotongan gaji sebesar 75 persen itu.

Greg mengaku memiliki pandangan lain terhadap pemotongan gaji tersebut. Mantan striker Persija Jakarta itu enggan melihat permasalahan dari sisi negatif saja. 

Greg tidak memungkiri jika pemotongan gaji tersebut merugikan pemain. Hanya saja kondisi force majeur seperti saat ini memaksa klub untuk melakukan kebijakan pemotongan gaji karena klub juga tidak ada pemasukan akibat kompetisi terhenti.

Greg mengatakan pemotongan gaji merupakan hal yang wajar ditengah situasi sulit seperti saat ini.

“Ya itu force majeur, jadi menurut saya semua negara memiliki kebijakan masing-masing. Kalau bicara di Indonesia dengan kondisi sekarang ya banyak pihak yang rugi. Klub rugi pemain rugi, pasti itu,” kata Greg.

Greg enggan terlalu memikirkan kerugian yang dialami akibat kebijakan tersebut. Dia justru melihat dari sisi yang lain dimana dengan adanya libur kompetisi akibat pandemi Covid 19 lebih memiliki banyak waktu bersama keluarga yang jarang ia lakukan ketika kompetisi tengah bergulir.

“Tapi kalau saya pribadi tidak mau menghitung kerugian saja, tapi juga berkahnya juga. Saya bisa bersama keluarga karena selama ini saya tinggal mereka. Jadi, saya tidak mau terlalu memikirkan kerugiannya saja,” pungkasnya. ***

wwwwww