Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
24 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
2
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
3
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
24 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
4
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Rp 200 Miliar 'Commitment Fee' Formula E setara Bantuan Sembako 1,3 juta Keluarga

Rp 200 Miliar Commitment Fee Formula E setara Bantuan Sembako 1,3 juta Keluarga
Belanja commitment fee Formula E 2021 sebesar Rp 200 miliar. (Gambar: Ist.)
Selasa, 21 April 2020 14:06 WIB
JAKARTA - Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta telah membayar commitment fee Formula E tahun 2021 sebesar Rp 200 miliar dari total tagihan Rp 396 miliar. PSI, mempertanyakan empati di tengah pandemi.

Pembayaran tersebut, terinformasi dari laman dashboard-bpkd.jakarta.go.id. Wakil Ketua Komisi E dari Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, lalu membandingkan nilai pembayaran itu dengan bantuan sembako warga di tengah Pandemi Covid-19/Corona.

"Di tengah ancaman defisit anggaran Jakarta (diperkirakan mencapai Rp 40 triliun) bisa-bisanya Pemprov malah memprioritaskan bayar commitment fee Padahal, dengan harga sembako Rp 149.500 per paket, duit commitment fee Rp 200 miliar itu bisa dipakai beli tambahan sembako untuk 1,3 juta keluarga," ujar Anggara kepada wartawan, Selasa (21/4/2020).

Anggara menduga nilai bansos yang terus berkurang ini disebabkan oleh realisasi pendapatan daerah yang jauh dari target. Sejauh ini, realisasinya baru Rp 11,8 triliun atau sekitar 14,4 persen dari target.

"Saat anggaran pemerintah terbatas, seharusnya uang yang sedikit itu dipakai untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Jangan sampai untuk balapan mobil uangnya ada, tapi giliran bansos uang tidak ada. Saya dapat laporan sampai sekarang masih ada ratusan ribu warga Jakarta tidak dapat bansos," tutur Anggara.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww