Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
13 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
12 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
11 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Nusantara

LaNyalla: Urusan Dunia harus Selaras dengan Kepentingan Akhirat

LaNyalla: Urusan Dunia harus Selaras dengan Kepentingan Akhirat
Minggu, 03 Mei 2020 17:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattaliti, dalam video pendek "Berkah Ramadan" episode ke 10 mengingatkan, agar kita selalu menyelaraskan antara kepentingan dunia dan akhirat.

"Sebagai manusia, khususnya umat Islam, kita dituntut mengisi waktu untuk lebih bertawazul. Atau seimbang antara beribadah dengan bekerja, berdagang atau apapun kegiatan di dunia," ujar LaNyalla, Minggu (3/5/2020).

Dengan demikian kata LaNyalla, maka kepentingan duniawi akan selaras dengan kepentingan akhirat. Begitu juga dengan kesuksesan seseorang, menurutnya juga harus digapai dengan cara menyelaraskan dua hal, yakni antara usaha atau ikhtiar dengan Doa.

"Sukses tidak akan datang bagi mereka yang hanya menunggu, tapi, kesuksesan akan tercapai jika kita memperjuangkan dan berusaha menggapainya," tegasnya.

Mengutip pernyataan Ibnu Amr, kita semua juga diingatkan agar akhirat juga tetap menjadi prioritas dalam mengarungi kehidupan. Sebab, bila Allah SWT telah berkehendak, ajal dapat menghampiri siapa saja tanpa mengenal umur, waktu, tempat, dan lain-lain.

"Gemerlap dunia kerap menyilaukan mata dan menggoda hasrat manusia. Tak sedikit dari mereka yang berlomba-lomba dalam menggapai kebahagiaan dunia tanpa pernah mengingat bahwa ada akhirat menanti. Berusahalah untuk duniamu seakan-akan kau akan hidup selamanya. Dan berusahalah untuk akhiratmu seakan-akan kau akan mati besok."

Islam bukan hanya agama yang mengurus ibadah bersifat maghdhah, seperti shalat, zakat, dan puasa. Tetapi, Islam juga mempunyai bentuk ibadah yang bersifat umum, seperti bekerja, menafkahi keluarga. Jika dilakukan karena mengharap Ridhonya, maka akan melahirkan pahala dan berkah tersendiri.

Soal keseimbangan akhirat dan dunia, juga pernah diajarkan Rasulullah dalam hadis yang diriwayatkan Anas ra, "Bukanlah yang terbaik diantara kamu orang yang meninggalkan urusan dunia karena mengejar urusan akhirat, dan bukan pula orang yang terbaik orang yang menhinggalkan akhiratnya karena mengejar urusan dunianya, sehingga ia memperoleh kedua-duanya, karena dunia itu adalah perantara yang menyampaikan ke akhirat, dan janganlah kamu menjadi beban orang lain."

Hadist di atas menjelaskan tentang kehidupan manusia yang seharusnya, yaitu kehidupan yang berimbang, kehidupan dunia harus diperhatikan disamping kehidupan di akhirat.

Karena Islam, tidak memandang baik terhadap orang yang hanya mengutamakan urusan dunia saja, tapi urusan akhirat dilupakan. Sebaliknya Islam juga tidak mengajarkan umat manusia untuk konsentrasi hanya pada urusan akhirat saja sehingga melupakan kehidupan dunia.

Dunia adalah sarana yang akan mengantarkan ke akhirat. Kita hidup didunia memerlukan harta benda untuk memenuhi hajatnya, manusia perlu makan, munum, pakaian, tempat tinggal, berkeluarga dan sebagainya, semua ini harus kita cari dan kita usahakan.

Untuk itu, umat Islam tidak boleh bermalas-malasan, apalagi malas bekerja untuk mencari nafkah, sehingga mengharapkan belas kasihan orang lain untuk menutupi keperluan hidup sehari-hari.***

wwwwww