Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
11 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Ada Sejutaan Orang Miskin Baru di Tengah Pandemi

Ada Sejutaan Orang Miskin Baru di Tengah Pandemi
Masyarakat miskin saat menerima bantuan dari relawan. (Ilustrasi: Ist.)
Rabu, 13 Mei 2020 18:50 WIB
JAKARTA - Puskas (Pusat Kajian Strategis) BAZNAS dalam 'Proyeksi Kemiskinan Akibat Covid-19, Studi Kasus Daerah PSBB' memproyeksikan, terjadi penambahan 134.822 penduduk miskin baru pada kondisi ringan dan 866.713 orang pada kondisi berat di 20 wilayah PSBB (Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diberlakukan per 20 april 2020 lalu.

Hal itu diungkap Humas BAZNAS, Masud kepada wartawan Rabu (13/5/2020). Masud, merinci informasi yang sebelumnya disampaikan BAZNAS dalam konferensi pers bertajuk 'Aksi BAZNAS Ikut Atasi Krisis Covid-19', di hari yang sama.

Dalam siaran persnya, BAZNAS melaporkan bahwa pihaknya telah secara aktif turut menanggulangi dampak pandemi Corona/Covid-19 baik dari aspek kesehatan, maupun ekonomi.

Berbagai Tim BAZNAS, kata Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo, melakukan berbagai aksi dan program seperti, penyemprotan disinfektan di tempat publik, bantuan sembako keluarga, bantuan tunai untuk mustahik, membantu UMKM untuk bertahan melalui aktivitas bisnis daring, padat karya untuk masyarakat yang kehilangan pekerjaannya, hingga beasiswa untuk para mahasiswa.

"Saat ini jumlah kemiskinan meningkat akibat Covid-19, tapi BAZNAS melihat nampaknya masih ada masyarakat yang memiliki ruang ekonomi yang lebih baik," kata Bambang seraya mengajak lapisan masyarakat menengah dan atas untuk berzakat melalui BAZNAS.

Untuk diketahui, Presiden RI, Jokowi, juga telah berzakat melalui BAZNAZ pada Selasa (12/5/2020) kemarin.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww