Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
21 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
2
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
12 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
3
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
4
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
Peristiwa
11 jam yang lalu
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
5
New Normal, Era Dunia Konstruksi di Revolusi Industri 5.0
Pemerintahan
22 jam yang lalu
New Normal, Era Dunia Konstruksi di Revolusi Industri 5.0
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Idul Fitri Tinggal Menghitung Hari, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Masyarakat

Idul Fitri Tinggal Menghitung Hari, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Masyarakat
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy. (Foto: Ist.)
Selasa, 19 Mei 2020 21:33 WIB
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah akan mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) tunai dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Percepatan Penyaluran Bansos Tunai, kata Muhadjir kepada wartawan, Selasa (19/5/2020), dilakukan dengan menyederhanakan prosedur yang harus dilalui PT Pos.

"Selama ini PT Pos harus melalui Dirjen terkait, sekarang tidak karena dananya sudah siap di PT Pos. Silakan ambil setiap saat dan salurkan," ujarnya saat konferensi pers usai Rapat Terbatas bersama Presiden melalui telekonferensi di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Kaitan dengan itu, kata Muhadjir, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengirim dana ke extra account PT Pos, sehingga PT Pos bisa langsung menyalurkan dana tersebut kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Adapun prosedur pencarian bansos tunai di PT Pos, Muhadjir menjelaskan, masyarakat yang menerima undangan tinggal datang dengan membawa undangan tersebut, KTP dan KK.

Begitupun dengan prosedur penyaluran BLT Desa oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Muhadjir mengungkap sebanyak 53.156 desa atau 70,9% desa sudah menerima alokasi dana untuk BLT Desa, sedangkan sisanya 21.797 desa belum menerima dana.

Terkait hal itu, menurutnya, Menteri Keuangan telah menyanggupi akan diadakan pemangkasan prosedur sehingga dalam waktu tidak terlalu lama sebanyak 21.797 desa yang belum menerima dana akan segera memperoleh dana untuk disalurkan sebagai BLT Desa.

"Dari 53.156 desa yang baru menyalurkan kepada KPM baru 12.829 desa atau 17,11%. Karena itu selisih dari 53.156 dikurangi 12.829 inilah yang akan kita kejar, akan kita potong prosedurnya sehingga nanti mudah-mudahan awal menjelang Hari Raya dan awal Hari Raya sebanyak 70,9% desa yang dananya sudah ada ini akan kita salurkan secepat mungkin," pungkas Menko PMK.

Sementara itu, untuk memastikan proses penghimpunan data masyarakat rentan di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos, Muhadjir menginstruksikan agar segera dilakukan koordinasi dengan melibatkan pengawalan dan pengawasan oleh Babinkamtibmas dibantu Babinsa.

Ia pun meminta Mendes PDTT segera berkirim surat kepada Kapolri mengenai peranan Kamtibmas dan Babinsa dalam mengawal proses verifikasi data dan sinkronisasi data. Hal tersebut untuk menghindari tumpang tindih data baik dari Kemensos, Kemendes, bantuan Kabupaten/Kota maupun Provinsi.

"Harus ada koordinasi yang bagus di lapangan. Mana-mana yang harus dibantu dengan skema Kemensos, mana-mana yang dibantu dari data Kemendes," tandasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Pemerintahan, Nasional, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww