Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK Juga Tangkap Istri Menteri KKP Edhy Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
KPK Juga Tangkap Istri Menteri KKP Edhy Prabowo
2
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK Diduga Terkait Benih Lobster
Nasional
24 jam yang lalu
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK Diduga Terkait Benih Lobster
3
Kehilangan Penciuman dan Perasa Pertanda Baik bagi Orang Terpapar Virus Corona, Ini Penjelasannya
Kesehatan
22 jam yang lalu
Kehilangan Penciuman dan Perasa Pertanda Baik bagi Orang Terpapar Virus Corona, Ini Penjelasannya
4
Putrinya Bertengkar karena Cemburu, TV Tembak Kepala Kodir di Depan Masjid Hingga Tewas
Peristiwa
22 jam yang lalu
Putrinya Bertengkar karena Cemburu, TV Tembak Kepala Kodir di Depan Masjid Hingga Tewas
5
Ikut Ditangkap KPK, Ini Sosok Anggota DPR Iis Rosita Dewi, Istri Edhy Prabowo
Nasional
23 jam yang lalu
Ikut Ditangkap KPK, Ini Sosok Anggota DPR Iis Rosita Dewi, Istri Edhy Prabowo
6
Cerita Mantu Jokowi, Dapat Dukungan PAN Gara-gara Irvan Herman
Politik
18 jam yang lalu
Cerita Mantu Jokowi, Dapat Dukungan PAN Gara-gara Irvan Herman
Home  /  Berita  /  Nasional

Situasi Darurat Covid-19 Berakhir ketika...

Situasi Darurat Covid-19 Berakhir ketika...
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Doni Monardo. (Foto: CNN Indonesia.com)
Jum'at, 22 Mei 2020 15:56 WIB
JAKARTA - Kepala Gugus Tugas Percepatan Pananggulangan Covid-19, Doni Monardo menegaskan, Indonesia masih dalam keadaan darurat Covid-19 berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) 12 Tahun 2020.

"Status keadaan darurat bencana menyesuaikan dengan Keputusan Presiden 12 Tahun 2020. Selama Keppres tersebut belum diakhiri, maka status kebencanaan masih berlaku," ujar Doni melalui pesan singkat pada Jumat (22/5/2020).

Status keadaan darurat ini sangat bergantung pada dua indikator utama yang disebutkan dalam keppres tersebut. Pertama, penyebaran virus yang masih terjadi dan menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, meluasnya cakupan wilayah terdampak dan implikasi pada aspek sosial-ekonomi.

Mengutip CNNIndonesia.com, pada konteks penyebaran Gugus Tugas Nasional mencatat masih adanya pertamambahan jumlah kasus positif Covid-19. Di samping itu, besarnya kasus dalam sebulan terakhir menunjukkan penularan terjadi pada transmisi lokal. Ini berarti semakin banyak infeksi virus yang terdeteksi semakin banyak transmisi lokal yang sedang terjadi.

Kedua yakni terkait dengan status global pandemik yang ditetapkan Badan PBB untuk Kesehatan Dunia, WHO, sejak 11 Maret 2020 lalu.

Terkait dengan pandemi global, keadaan darurat di wilayah nusantara ini juga dipengaruhi situasi global tersebut.

"Selama pandemi global belum berakhir dan vaksin serta obatnya belum ditemukan, maka masih diperlukan penetapan status bencana nasional untuk Covid-19," ujar Doni.

Selama WHO belum mencabut penetapan tersebut, selama itu juga status pandemi tetap ada.

Doni menambahkan bahwa status yang diberlakukan menggunakan parameter seperti jumlah korban dan kerugian ekonomi yang meningkat setiap harinya, cakupan wilayah terdampak yang semakin meluas, serta dampak lain yang ditimbulkan selain ancaman di bidang kesehatan, yaitu di bidang sosial, ekonomi, keamanan, ketertiban, dan politik.

Masih berlakunya status bencana nasional juga menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi warga negaranya secara nyata dan konsisten terhadap bahaya keterpaparan virus Corona.

Sementara itu, Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Pasal 1 menyebutkan bahwa epidemi dan wabah penyakit termasuk dalam bencana nonalam.

Berdasarkan UU tersebut, penetapan bencana nasional didasarkan pada jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan prasarana dan sarana, cakupan luas wilayah yang terkena bencana dan dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Nasional, Kesehatan, GoNews Group, DKI Jakarta
wwwwww