Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo

Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Senin, 25 Mei 2020 12:19 WIB
PEKANBARU - Tradisi memasak opor sebagai teman lontong atau ketupat untuk perayaan Idul Fitri 1441 Hijriyah membuat harga daging ayam potong mendadak melonjak di beberapa pasar tradisional Pekanbaru, dari Rp15.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

"Selama COVID-19 harga ayam murah kali, kini dua hari terakhir jelang Idul Fitri naik tajam," kata Pina (35) warga Jalan Among, Pekanbaru, Senin.

Pina mengatakan, meski wabah COVID-19 masih mencekam Pekanbaru, sepertinya tidak mengurungkan keluarganya untuk membuat lontong sebagai tradisi saat Idul Fitri.

Apalagi pemerintah melarang mudik, sehingga warga banyak berdiam di Pekanbaru, terbukti semua pasar padat dikunjungi.

"Lontong itu sedapnya dimakan dengan opor, atau gulai ayam," katanya.

Ia mengakui, memang tidak akan ada gelar griya (open house) Idul Fitri tahun ini. Namun untuk santapan keluarganya, tetap memasak lontong atau ketupat sebagai tradisisetiap Idul Fitri.

"Kemarin sehari sebelum lebaran saja, untuk belanja ayam potong sampai antri," katanya.

Sementara itu Ujang (40) pedagang ayam potong di Jalan Fajar, Pekanbaru, mengaku jelang Idul Fitri 1441 H, daya beli masyarakat meningkat tajam. Khususnya untuk ayam potong, sudah terlihat sepekan sebelum lebaran.

Ia bersyukur ada rezeki yang diraihnya saat detik-detik Idul Fitri, setelah berbulan-bulan selama wabah COVID-19 penjualan sepi.

"Bahkan saking tidaklakunya harga ayam potong sempat anjlok Rp15.000 per kilogram," katanya.

Ia mengatakan harga ayam dalam posisi normal tanpa wabah Corona, berkisar Rp27-28 ribu per kilogram. Daya beli yang melemah, sementara stok berlimpah membuat harga anjlok.

"Kami juga alami penurunan omzet yang drastis, lebih dari separoh karena walau harga murah masyarakat tetap tidak berbelanja," katanya lagi.

Ia bersyukur momen Idul Fitri telah membangkitkan daya beli masyarakat sejenak.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:ANTARA
Kategori:Riau, Ekonomi, Olympic
wwwwww