Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
13 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
10 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
18 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
8 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
7 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  MPR RI

Ketua MPR: Pola Hidup Baru Perlu untuk Bertahan di Tengah Pandemi

Ketua MPR: Pola Hidup Baru Perlu untuk Bertahan di Tengah Pandemi
Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Istimewa)
Jum'at, 05 Juni 2020 13:52 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengajak semua elemen masyarakat untuk berani dan siap mempraktikan gaya atau pola hidup baru.

Keberanian menerapkan pola hidup baru yang diatur oleh protokol kesehatan menjadi pilihan yang harus diambil agar semua orang punya peluang untuk bertahan dan bergerak maju, sekaligus menghentikan proses pengrusakan pada semua aspek kehidupan akibat pandemi Covid-19.

"Kalau tidak segera disiasati dengan pola hidup baru, pandemi Covid-19 akan menghancurkan dan merusak segala-galanya, terutama sektor perekonomian, dan segala eksesnya akan menghadirkan penderitaan bagi kehidupan banyak orang. Tak bisa dipungkiri bahwa kecemasan sudah menghinggapi banyak orang." ujar Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo, Jumat (05/6/2020).
 
Menurut Ketua MPR, ketika durasi pandemi Covid-19 terbukti tak bisa dihitung, yang muncul di awal adalah dilema; menunggu sampai akhir, atau bersiasat untuk mencegah kehancuran. Kalau memilih menunggu, berapa lama pilihan waktunya? Ini pun tak bisa dijawab.

"Mau tak mau dan juga sangat logis, pilihannya adalah bersiasat untuk bisa hidup berdampingan dengan virus corona. Siasatnya adalah menerapkan pola hidup baru. Agar bisa terhindar dari kemungkinan terular Covid-19, diperlukan protokol kesehatan yang wajib ditaati dan dilaksanakan oleh semua orang, tanpa terkecuali, terutama selama berada di ruang publik," katanya.
 
Memang, di tengah pandemi Covid-19, tidak mudah mengambil keputusan tentang penerapan pola hidup baru itu. Tidak mudah karena berkait langsung dengan perilaku puluhan juta orang. Akan tetapi, ketika semua orang sadar tentang urgensi memulihkan kehidupan dan kegiatan-kegiatan produktif, memilih menerapkan pola hidup baru dengan protokol kesehatan harus diambil.
 
"Sebab, hanya itu pilihan yang memungkinkan semua orang bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Pilihan itu juga memungkinkan semua orang bisa terus bergerak maju. Dan, jika taat serta bersedia konsisten menerapkan protokol kesehatan, siapa saja tak perlu takut atau ragu dengan pola hidup baru itu. Sebab, protokol kesehatan itu sendiri sudah memaksa setiap orang menerapkan kehati-hatian berinteraksi di ruang publik," pungkasnya.***

wwwwww