Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kata Hetifah tentang PJJ 'Hybrid'
DPR RI
20 jam yang lalu
Kata Hetifah tentang PJJ Hybrid
2
Lukman Edy: Erick Thohir Membangun Sinergi BUMN dengan TNI-Polri
Ekonomi
24 jam yang lalu
Lukman Edy: Erick Thohir Membangun Sinergi BUMN dengan TNI-Polri
3
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
2 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
4
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
11 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
5
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi 'Online' Jadi Perusahaan Transportasi
Politik
9 jam yang lalu
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi Online Jadi Perusahaan Transportasi
6
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Peristiwa
9 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Home  /  Berita  /  Politik

Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru

Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Sabtu, 06 Juni 2020 06:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia merupakan partai terbuka dan kekuatan politik baru yang mengusung ide kenegaraan dengan mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan kelima dunia.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik di Jakarta, Sabtu (6/6/2020).

"Partai Gelora akan bergerak dari kanan ke tengah sebagai satu kekuatan politik baru yang mengusung ide kenegaraan dengan mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan kelima dunia," kata Mahfuz.

Gelora Indonesia, lanjutnya, akan berkomunikasi dengan semua unsur masyarakat pemilih yang sepakat dan mendukung ide atau visinya.

"Siapapun mereka itu. Jadi kami tidak menyasar segmen pemilih partai tertentu," tegasnya.

Sebagai partai terbuka, menurut Mahfuz, Gelora Indonesia adalah partai Islamis Nasionalis berasas Pancasila dengan mengusung ide modernisasi politik kenegaraan.

Karena itu, sejatinya visi besar Partai Gelora Indonesia sama dengan visi kolektif bangsa Indonesia dalam mewujudkan kekuatan sosial, ekonomi dan politiknya.

Sebagaimana mantan Presiden Soekarno dengan visi Indonesia Merdeka dan warisan Pancasila sebagai platform politik nasional. Mantan Presiden Soeharto dengan visi Pembangunan Indonesia.

Kemudian mantan Presiden BJ Habibie, Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Presidan Joko Widodo (Jokowi) berperan menguatkan dan mengembangkan sistem demokrasi, serta mewujudkan kesejahteraan nasional.

Situasi krisis global yang dipicu pandemi Covid-19 saat ini, menurut Mahfuz, harus dijadikan peluang Indonesia untuk meletakkan visi lanjutannya, yaitu menjadi salah satu kekuatan dunia.

"Bahwa di tengah krisis global saat ini, Indonesia bisa mengubahnya menjadi peluang untuk mulai meletakkan visi lanjutannya, yaitu menjadi salah satu kekuatan dunia," tandas mantan Ketua Komisi I DPR ini.

Pemikiran politik Partai Gelora Indonesia meyakini bahwa untuk mewujudkan visi baru ini, bangsa Indonesia harus memiliki 4 pilar penting. Yakni Islam, Nasionalisme, Demokrasi dan Kesejahteraan.

Islam merupakan mayoritas penduduk muslim Indonesia yang didukung dengan budaya yang kuat. Sementara Nasionalisme dengan Pancasilanya sebagai platform politik nasional.

Sedangkan Demokrasi dan Kesejahteraan saat ini yang harus diakselerasi dengan terobosan kebijakan baru. Sebagai partai baru dengan visi tersebut, maka agenda dan target Partai Gelora ada dua.

Pertama mensosialisasikan visi Arah Baru Indonesia, yakni 'Indonesia Kekuatan Kelima Dunia' kepada semua elemen bangsa dan membangun prinsip kolaborasi.

Kedua memastikan eksistensi politiknya dengan lolos Ambang Batas Parlemen di DPR RI pada pemilu yang ada.***


wwwwww