Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru

Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Sabtu, 06 Juni 2020 06:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia merupakan partai terbuka dan kekuatan politik baru yang mengusung ide kenegaraan dengan mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan kelima dunia.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik di Jakarta, Sabtu (6/6/2020).

"Partai Gelora akan bergerak dari kanan ke tengah sebagai satu kekuatan politik baru yang mengusung ide kenegaraan dengan mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan kelima dunia," kata Mahfuz.

Gelora Indonesia, lanjutnya, akan berkomunikasi dengan semua unsur masyarakat pemilih yang sepakat dan mendukung ide atau visinya.

"Siapapun mereka itu. Jadi kami tidak menyasar segmen pemilih partai tertentu," tegasnya.

Sebagai partai terbuka, menurut Mahfuz, Gelora Indonesia adalah partai Islamis Nasionalis berasas Pancasila dengan mengusung ide modernisasi politik kenegaraan.

Karena itu, sejatinya visi besar Partai Gelora Indonesia sama dengan visi kolektif bangsa Indonesia dalam mewujudkan kekuatan sosial, ekonomi dan politiknya.

Sebagaimana mantan Presiden Soekarno dengan visi Indonesia Merdeka dan warisan Pancasila sebagai platform politik nasional. Mantan Presiden Soeharto dengan visi Pembangunan Indonesia.

Kemudian mantan Presiden BJ Habibie, Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Presidan Joko Widodo (Jokowi) berperan menguatkan dan mengembangkan sistem demokrasi, serta mewujudkan kesejahteraan nasional.

Situasi krisis global yang dipicu pandemi Covid-19 saat ini, menurut Mahfuz, harus dijadikan peluang Indonesia untuk meletakkan visi lanjutannya, yaitu menjadi salah satu kekuatan dunia.

"Bahwa di tengah krisis global saat ini, Indonesia bisa mengubahnya menjadi peluang untuk mulai meletakkan visi lanjutannya, yaitu menjadi salah satu kekuatan dunia," tandas mantan Ketua Komisi I DPR ini.

Pemikiran politik Partai Gelora Indonesia meyakini bahwa untuk mewujudkan visi baru ini, bangsa Indonesia harus memiliki 4 pilar penting. Yakni Islam, Nasionalisme, Demokrasi dan Kesejahteraan.

Islam merupakan mayoritas penduduk muslim Indonesia yang didukung dengan budaya yang kuat. Sementara Nasionalisme dengan Pancasilanya sebagai platform politik nasional.

Sedangkan Demokrasi dan Kesejahteraan saat ini yang harus diakselerasi dengan terobosan kebijakan baru. Sebagai partai baru dengan visi tersebut, maka agenda dan target Partai Gelora ada dua.

Pertama mensosialisasikan visi Arah Baru Indonesia, yakni 'Indonesia Kekuatan Kelima Dunia' kepada semua elemen bangsa dan membangun prinsip kolaborasi.

Kedua memastikan eksistensi politiknya dengan lolos Ambang Batas Parlemen di DPR RI pada pemilu yang ada.***

wwwwww