Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
Politik
23 jam yang lalu
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
2
Kata Hetifah tentang PJJ 'Hybrid'
DPR RI
18 jam yang lalu
Kata Hetifah tentang PJJ Hybrid
3
Masih Ada 7 WNI Yang Terancam Hukuman Mati, Gus Jazil Minta Pemerintah Belajar dari Kasus Eti
Peristiwa
23 jam yang lalu
Masih Ada 7 WNI Yang Terancam Hukuman Mati, Gus Jazil Minta Pemerintah Belajar dari Kasus Eti
4
Tiba di Tanah Air, PMI yang Lolos Hukuman Mati Dijemput Pimpinan MPR, BP2MI dan Menaker
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Tiba di Tanah Air, PMI yang Lolos Hukuman Mati Dijemput Pimpinan MPR, BP2MI dan Menaker
5
Lukman Edy: Erick Thohir Membangun Sinergi BUMN dengan TNI-Polri
Ekonomi
22 jam yang lalu
Lukman Edy: Erick Thohir Membangun Sinergi BUMN dengan TNI-Polri
6
Ety Toyib Lolos dari Hukuman Mati, Kepala BP2MI: Ini Berkat Kerja Kolaboratif Pemerintah dan Ormas Islam
Ekonomi
22 jam yang lalu
Ety Toyib Lolos dari Hukuman Mati, Kepala BP2MI: Ini Berkat Kerja Kolaboratif Pemerintah dan Ormas Islam
Home  /  Berita  /  Sepakbola

PSSI Lanjutkan Kompetisi, Indra Sjafri: Adaptasi Situasi New Normal

PSSI Lanjutkan Kompetisi, Indra Sjafri: Adaptasi Situasi New Normal
Sabtu, 06 Juni 2020 18:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTADirektur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengungkapkan alasan PSSI tetap melanjutkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020. Apalagi, PSSI sudah memberikan opsi kepada klub dan berencana akan menggelar kompetisi lanjutan Liga 1 dan 2 Tahun 2020 pada bulan September atau Oktober mendatang.

"Kami rasa perlu kampanye lewat sepak bola bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi new normal dengan menjalankan protokol kesehatan. Lewat kompetisi sepak bola adalah kampanye yang baik buat dunia luar melihat kita," kata Indra Sjafri.

Mantan pelatih Timnas U-19 dan U-23 ini menambahkan bahwa Indonesia punya pengalaman di sanksi FIFA sehingga tidak ada kompetisi saat itu, dan akibatnya kurang baik terhadap prestasi sepak bola nasional.

"Kompetisi yang dilakukan sekarang adalah buat kepentingan timnas ke depan. Supaya pemain selalu berkompetisi dan dengan sendirinya pemain tetap terasah kualitasnya," jelasnya.

Seperti diketahui pada tahun 2021 mendatang, Timnas Indonesia akan berlaga di ajang bergengsi Piala Dunia U-20 yang juga menjadi tuan rumah. Tentu butuh persiapan yang matang dan maksimal demi sukses meraih prestasi di ajang tersebut.

"Buat kepentingan Timnas U-20 adalah saat pemain tidak ikut pemusatan latihan, mereka bisa berkompetisi di Liga 1 dan 2. Karena rata-rata pemain sudah memiliki klub. Kalaupun pemusatan latihan berlangsung yang biasanya pemain dipanggil hanya sekitar 23 hingga 30 orang. Sementara pemain yang tidak terpanggil pemusatan latihan, mereka tetap terasah lewat kompetisi," ungkap pelatih asal Sumatra Barat tersebut.

Sementara itu, kewajiban PSSI itu harus memutar kompetisi, dan diamanatkan di Kongres PSSI. Pertanyaan nya bagaimana regulasi kompetisi saat pandemi COVID-19, PSSI pun mengajak klub, Asosiasi Pelatih Sepak bola Seluruh Indonesia (APSSI), dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) untuk berdiskusi untuk menentukan format kompetisi dan regulasi kompetisi. Dan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan juga mendengar masukan pemerintah, AFC, FIFA dan masukan lainnya sebelum memutuskannya bersama di rapat Komite Eksekutif PSSI.

"Dengan adanya kompetisi, pelatih Timnas Indonesia juga bisa mendapatkan pemain diluar list yang sudah ada. Karena kompetisi bisa melahirkan pemain yang berkualitas. Selain itu, kompetisi akan menggerakkan roda ekonomi seperti pemasukan untuk hotel, katering, transportasi dan lain-lain. Apalagi pemerintah menyarankan kita tetap berdampingan dengan Covid-19 dan produktif," kata Indra Sjafri yang sukses bersama Timnas Indonesia mempersembahkan gelar juara Piala AFF U-19 dan AFF U-22 tersebut.

Departemen Teknik PSSI dalam hal ini dibantu dokter Syarif Alwi juga sudah menyiapkan protokol kesehatan yang sesuai arahan WHO, FIFA, AFC dan Kementerian Kesehatan. Hal ini tidak hanya untuk kompetisi Liga saja, tetapi untuk pemusatan latihan Timnas, kursus kepelatihan, dan academy atau SSB di masa pandemi COVID-19 ini.  ***


wwwwww