Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
Lingkungan
18 jam yang lalu
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
2
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
Hukum
9 jam yang lalu
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
3
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
4
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
Ekonomi
15 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
5
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
Ekonomi
15 jam yang lalu
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
6
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Beda Dengan Data Pemerintah, Kadin Sebut Sudah 6,4 Juta Karyawan di PHK dan Dirumahkan

Beda Dengan Data Pemerintah, Kadin Sebut Sudah 6,4 Juta Karyawan di PHK dan Dirumahkan
Ilustrasi. (Net)
Kamis, 11 Juni 2020 14:42 WIB
JAKARTA - Sejumlah asosiasi industri dan bisnis yang berada di bawah naungan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) melaporkan, banyak perusahaan yang terpaksa tutup dan merumahkan ratusan ribu karyawan atau PHK akibat terdampak pandemik Covid-19.

Demikian disampaikan Ketua Kadin, Rosan Roeslani saat mengisi diskusi daring yang digelar Forum Diskusi Denpasar12 bertajuk 'Mempersiapkan Pemulihan Ekonomi Nasional Dalam Pandemi Covid-19', pada Rabu (10/6).

"Kebetulan saya di-update oleh asosiasi di bawah Kadin, asosiasi industri, asosiasi bisnis mengenai jumlah yang dirumahkan dan PHK ini makin lama makin bertambah," ujar Rosan Roeslani.

Dia mengurai, berdasarkan laporan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), tercatat sudah 2.000 hotel lebih dan 8.000 restoran tutup akibat pandemik Covid-19 di Tanah Air.

"Di perhotelan yang dirumahkan 430 ribu orang dari 2.000 hotel lebih yang sudah ditutup dan melaporkan sudah tutup. Restoran lebih dari 8 ribu sudah tutup," ungkap Rosan Roeslani.

Dari ribuan hotel yang sudah tutup itu, sebagian besar berada di wilayah Jawa Barat. Belum lagi di daerah-daerah lain seperti Bali dan sekitarnya. "Padahal kalau kita tahu di Bali juga banyak hotel," ucapnya.

Selain itu, kata Rosan, perusahaan tekstil juga mencatatkan sekitar 2,1 juta orang dirumahkan hingga Ritel Hipindo, serta sektor transportasi darat Organda sebanyak 1,4 juta orang terpaksa dirumahkan. Jika ditotalkan, maka angkanya mencapai 6,4 juta orang.

"Sehingga angkanya itu sekarang di 6,4 juta orang. Itu menurut angka dari kami, walaupun mungkin agak sedikit berbeda dengan pemerintah Kementerian ketenagakerjaan," urai Rosan Roeslani.

Angka tersebut berbeda dengan angka yang ada pada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang masih berada pada level 2,8 juta orang dirumahkan dan di-PHK.

"Angka yang kami dapat dari asosiasi industri dan asosiasi bisnis yang berada di bawah Kadin ini nih sudah berada 6,4 juta orang," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Ekonomi, Peristiwa, Pemerintahan, DKI Jakarta

wwwwww