Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
22 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
MPR RI
20 jam yang lalu
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
3
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
Kesehatan
20 jam yang lalu
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
4
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
Olahraga
17 jam yang lalu
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
5
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
Politik
16 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
6
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Home  /  Berita  /  Hukum

Penyerang Novel Dituntut 1 Tahun, KontraS Sebut Hukum Diskriminatif

Penyerang Novel Dituntut 1 Tahun, KontraS Sebut Hukum Diskriminatif
Jum'at, 12 Juni 2020 15:25 WIB
JAKARTA - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyesalkan tuntutan ringan kepada 2 penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. KontraS menilai hukum semakin kehilangan taringnya.

"Jika praktik-praktik penegakan hukum seperti kasus ini terus terjadi, hukum menjadi tergadai," kata Koordinator KontraS Yati Andriyani kepada wartawan, Jumat (12/6).

Yati menyampaikan, dengan peradilan seperti ini, akan menjadi pola bagi penegak hukum untuk melindungi pelaku kejahatan dengan tuntutan rendah. Sedangkan bisa pula menjadi pola menutup pengungkapan kejahatan secara menyeluruh. Karena tidak dibongkarnya konspirasi kejahatan.

"Hukum menjadi tebang pilih dan diskriminatif karena tidak mampu melindungi dan memberikan keadilan bagi masyarakat atau orang-orang yang membela kepentingan publik," jelasnya.

Sebelumnya Jaksa menuntut dua terdakwa penyiram air keras Novel Baswedan, dengan hukum 1 tahun penjara. Keduanya dinilai terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap Novel.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir dengan hukuman pidana selama satu tahun," kata Jaksa Fedrik Adhar membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (11/6).

Dalam pertimbangan Jaksa, hal yang memberatkan Ronny dinilai telah mencederai institusi Polri. Sedangkan hal yang meringankan, keduanya berlaku sopan selama persidangan dan mengabdi di institusi polri.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, DKI Jakarta

wwwwww