Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
23 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
MPR RI
21 jam yang lalu
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
3
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
Kesehatan
21 jam yang lalu
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
4
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
Olahraga
18 jam yang lalu
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
5
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
Politik
18 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
6
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Home  /  Berita  /  Hukum

Eks Pimpinan KPK Sebut Sidang Kasus Novel Panggung Sandiwara

Eks Pimpinan KPK Sebut Sidang Kasus Novel Panggung Sandiwara
Jum'at, 12 Juni 2020 15:29 WIB
JAKARTA - Laode kemudian membandingkan tuntutan jaksa terhadap Bahar Bin Smith dengan dua terdakwa penyiram air keras ke wajah Novel Baswedan.

"Tidak dapat diterima akal sehat. Bandingkan saja dengan penganiayaan Bahar Bin Smith," ujar Laode, Jumat, 12 Juni 2020.

Diketahui, jaksa pada kasus penganiayaan dengan terdakwa Habib Bahar, menuntut enam tahun penjara. Jaksa menuduh Habib Bahar "melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka berat dan melakukan kekerasan pada anak yang mengakibatkan luka berat."

Sementara pada kasus Novel Baswedan, yang notabene para pelakunya adalah polisi aktif, penegak hukum, dan sampai membuat penyidik KPK itu cacat kedua matanya, justru hanya menuntut 1 tahun penjara.

"Saya melihat pengadilan ini sebagai ‘panggung sandiwara’," kata Laode.

Pada sidang yang berlangsung Kamis kemarin, 11 Juni 2020, jaksa menuntut Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, dua terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, dengan pidana satu tahun penjara.

Jaksa menilai, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu sehingga menyebabkan Novel mengalami luka berat. Perbuatan itu dilakukan karena terdakwa menganggap Novel telah mengkhianati institusi Polri.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, DKI Jakarta

wwwwww