Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  PON

Ngotot Maju Pilkada, Bisakah Gibran Ulangi Kesuksesan Sang Ayah?

Ngotot Maju Pilkada, Bisakah Gibran Ulangi Kesuksesan Sang Ayah?
Gibran saat mendaftar menjadi kader PDIP di kantor DPC PDIP Surakarta (RADAR SOLO)
Senin, 15 Juni 2020 16:46 WIB
JAKARTA - Pengunduran diri petahana Achmad Purnomo dari perhelatan Pilkada Solo 2020 adalah tanda-tanda bahwa PDI Perjuangan bakal mengusung putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Kalau sudah maju di Pilkada Solo dan memang, bukan tidak mungkin Gibran akan mengikuti jejak sang ayah, berselancar pada pemilihan gubernur DKI Jakarta, atau melaju pada pemilihan presdien.

"Bisa saja memang diarahkan atau dipromosikan ke sana," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada redaksi, Senin (15/6).

Jokowi saja bisa dengan mulus jadi gubernur Jakarta lalu presiden, masak Gibran tidak bisa. Saat ini Jokowi sedang di pusat kekuasaan, dia bisa "mengatur" apa yang diinginkan.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah publik atau masyarakat pemilih bisa menerima dan suka dengan Gibran. Menurut Ujang Komarudin, ini yang akan menjadi tantangan besar.

"Dulu Jokowi effect sangat kuat, sekarang sudah berbeda. Ini yang harus dibaca," ucapnya.

Jelas Ujang Komarudin menambahkan, akseptabilitas dan elektabilitas terhadap Jokowi sudah mulai redup. Dan sekarang semakin diperparah karena pemerintah dinilai tidak kompeten menangani pandemik Covid-19.

"Jokowi yang sudah mulai redup akan menjadi batu sandungan buat langkah politik Gibran ke depan," tukasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:rmol.id
Kategori:PON, Olympic, Voli, Metropolitan, Jawa Tengah
wwwwww