Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
20 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
22 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
20 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Utang Negara Capai Rp1.440 Triliun, MPR Desak Pemerintah Berinovasi Selamatkan Kondisi Fiskal

Utang Negara Capai Rp1.440 Triliun, MPR Desak Pemerintah Berinovasi Selamatkan Kondisi Fiskal
Senin, 15 Juni 2020 17:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu), segera melakukan upaya-upaya inovasi dalam menyelamatkan kondisi fiskal di Indonesia.

Pasalnya kata Dia, kondisi keuangan negara saat ini tergolong cukup berat, meskipun negara telah berutang hingga Rp1.440 triliun. "Ketimbang memilih opsi menambah utang, saya menyarankan Kemenkeu melakukan efisiensi anggaran belanja kementerian dan lembaga serta berinovasi mencari sumber-sumber baru pemasukan negara," ujarnya, Senin (15/6/2020).

Kemenkeu, kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, harus melakukan terobosan-terobosan dengan cara-cara yang tidak konvensional, dikarenakan akibat yang ditimbulkan dari kondisi fiskal saat ini dapat berdampak panjang pada kondisi perekonomian negara hingga ke depannya.

"Pemerintah harus bisa menjaga pertumbuhan ekonomi dan menggali peluang dari sektor-sektor usaha yang masih bisa tumbuh dan berkembang di era new normal saat ini, seperti mendorong UMKM untuk tetap produktif sehingga dapat menopang ekonomi rakyat," tukasnya.

Terakhir, pemerintah diminta berkomitmen dan berupaya untuk tidak mengalihkan beban keuangan negara ke masyarakat.

"Kondisi pandemi covid-19 saat ini sudah cukup berdampak pada hilangnya sebagian besar penghasilan masyarakat," tukasnya.***

wwwwww