Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
Politik
4 jam yang lalu
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
2
Sebut Santri Tahfidz Qur'an sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
Politik
8 jam yang lalu
Sebut Santri Tahfidz Quran sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
3
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Politik
8 jam yang lalu
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
4
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
Peristiwa
8 jam yang lalu
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
5
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Politik
8 jam yang lalu
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
6
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Politik
8 jam yang lalu
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Home  /  Berita  /  Politik

Utang Negara Capai Rp1.440 Triliun, MPR Desak Pemerintah Berinovasi Selamatkan Kondisi Fiskal

Utang Negara Capai Rp1.440 Triliun, MPR Desak Pemerintah Berinovasi Selamatkan Kondisi Fiskal
Senin, 15 Juni 2020 17:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu), segera melakukan upaya-upaya inovasi dalam menyelamatkan kondisi fiskal di Indonesia.

Pasalnya kata Dia, kondisi keuangan negara saat ini tergolong cukup berat, meskipun negara telah berutang hingga Rp1.440 triliun. "Ketimbang memilih opsi menambah utang, saya menyarankan Kemenkeu melakukan efisiensi anggaran belanja kementerian dan lembaga serta berinovasi mencari sumber-sumber baru pemasukan negara," ujarnya, Senin (15/6/2020).

Kemenkeu, kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, harus melakukan terobosan-terobosan dengan cara-cara yang tidak konvensional, dikarenakan akibat yang ditimbulkan dari kondisi fiskal saat ini dapat berdampak panjang pada kondisi perekonomian negara hingga ke depannya.

"Pemerintah harus bisa menjaga pertumbuhan ekonomi dan menggali peluang dari sektor-sektor usaha yang masih bisa tumbuh dan berkembang di era new normal saat ini, seperti mendorong UMKM untuk tetap produktif sehingga dapat menopang ekonomi rakyat," tukasnya.

Terakhir, pemerintah diminta berkomitmen dan berupaya untuk tidak mengalihkan beban keuangan negara ke masyarakat.

"Kondisi pandemi covid-19 saat ini sudah cukup berdampak pada hilangnya sebagian besar penghasilan masyarakat," tukasnya.***


wwwwww