Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Kriminal

DPR Dukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Nusantara

DPR Dukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Nusantara
Wakil Ketua DPR RI bidang Kordinator Industri dan Pembangunan, Rachmat Gobel (kiri). (Foto: Ist.)
Senin, 22 Juni 2020 17:13 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI, Rachmat Gobel, menegaskan pentingnya pemerataan ketersediaan energi siap pakai di berbagai daerah di Nusantara, guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia belakangan ini adalah belum meratanya pemenuhan energi di beberapa wilayah, karena faktor geografis, atau di daerah-daerah yang sulit terjangkau. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dari pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan energi masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia di wilayah yang sulit terjangkau," kata Rachmat Gobel saat berdialog dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Ruang Kerjanya, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Wakil Ketua DPR RI bidang Kordinator Industri dan Pembangunan itu meyakini, jika pasokan energi listrik cukup, masyarakat akan produktif dan potensi ekonomi keluarga meningkat, taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat. "Sehingga pendapatan daerah pun ikut bertambah,".

Sebagaimana diketahui dalam periode sebelumnya Pemerintah berkomitmen untuk merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35 ribu Megawatt (MW) dalam jangka waktu 5 tahun (2014-2019). Sementara dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PT PLN (Persero) 2019-2028, penambahan infrastruktur ketenagalistrikan yang direncanakan dibangun sampai dengan tahun 2028 adalah: pembangkit tenaga listrik sebesar 56.395 MW, jaringan transmisi sepanjang 57.293 kms, gardu induk sebesar 124.341 MVA, jaringan distribusi sepanjang 472.795 kms, dan gardu distribusi sebesar 33.730 MVA.***

wwwwww