Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi

Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
Emas batangan. (Gambar: Ist./shutterstock)
Selasa, 14 Juli 2020 08:33 WIB
AMERIKA SERIKAT - Harga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut. Naiknya harga emas ini, disebut karena melonjaknya kasus Virus Corona di AS sehingga mendorong harapan untuk langkah-langkah stimulus lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed) guna meredam kejatuhan ekonomi dari pandemi.

Kantor berita, Antara melaporkan, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, terangkat 12,2 dolar AS atau 0,68 persen, menjadi ditutup pada 1.814,10 dolar AS per ounce pada Senin (13/7/2020).

Akhir pekan lalu (10/7/2020) emas berjangka turun 1,9 dolar AS atau 0,11 persen, menjadi 1.801,90 dolar AS per ounce.

Harga emas berjangka juga jatuh16,8 dolar AS atau 0,92 persen menjadi 1.803,80 dolar AS pada Kamis (9/7/2020), setelah menguat 10,7 dolar AS atau 0,59 persen menjadi 1.820,60 dolar AS, tertinggi dalam hampir sembilan tahun pada Rabu (8/7/2020).

"Dengan meningkatnya kasus Virus Corona di Amerika Serikat, ada potensi penutupan lagi," kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn, dikutip dari antaranews.com, Selasa (14/7/2020).

"Emas diuntungkan dan akan terus mendapat manfaat dari tindakan yang diantisipasi oleh Fed AS dan bank-bank sentral lainnya," kata dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Basket, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww