Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Persiapan Mendekati Final, MPR Siap Gelar Sidang Tahunan MPR 2020
Politik
24 jam yang lalu
Persiapan Mendekati Final, MPR Siap Gelar Sidang Tahunan MPR 2020
3
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
4
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
Peristiwa
22 jam yang lalu
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
5
Jokowi Mania Minta Penghargaan Bintang Mahaputra ke Fahri Hamzah dan Fadli Zon Dibatalkan
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Jokowi Mania Minta Penghargaan Bintang Mahaputra ke Fahri Hamzah dan Fadli Zon Dibatalkan
6
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur 'Istri Wakapolda'
Peristiwa
21 jam yang lalu
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur Istri Wakapolda
Home  /  Berita  /  Hukum

Anaknya Masih Kelas 3 SD Dicabuli, Ibunya Diam Saja Alasan Pelaku Masih Sepupu

Anaknya Masih Kelas 3 SD Dicabuli, Ibunya Diam Saja Alasan Pelaku Masih Sepupu
Pelaku didatangkan saat konferensi pers di Mapolres Majalengka, Senin (27/7/2020).
Senin, 27 Juli 2020 22:32 WIB
MAJALENGKA - Dua organisasi melaporkan kasus pencabulan sorang anak di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka ke Polisi.

Dua lembaga tersebut adalah LSM Komunitas Perempuan Maju (Puma) dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Majalengka.

Keduanya tersebut melaporkan pencabulan itu karena ibu korban tak mau melapor. Sang terduga pelaku masih saudara sepupu.

Padahal, saat anak berinisial CDW (9) itu menceritakan perbuatan bejat sang kaka sepupu kepada bibi dan uwanya, ibu kandung korban mengetahui informasi tersebut.

Namun, justru sang ibu enggan melapor kepada pihak berwajib.

Pihak keluarga korban sekaligus pengurus yayasan Al-Mizan Majalengka, Muhamad Darda (50) mengatakan, masih satu keluarga menjadi alasan sang ibu tidak ingin melaporkan kejadian tersebut.

Justru, sang ibu menyarankan agar kasus tersebut berakhir damai. "Ya ibunya malah tidak ingin melaporkan, karena masih satu keluarga. Justru saya yang menceritakan ke Komunitas Puma dan LPAI dan mereka lah yang melaporkan kejadian bejat tersebut," ujar Darda, begitu sapaan, Senin (27/7/2020).

Lebih jauh Darda menceritakan, selain memang sang ibu enggan melapor, ternyata ibu dari korban memiliki dendam pribadi terhadap mantan suaminya.

Sebab, bocah yang kini duduk di kelas 3 tersebut, merupakan korban dari perpisahan kedua orangtuanya. "Jadi, ibunya juga kayanya punya dendam pribadi terhadap mantan suaminya. Karena ditinggal begitu saja. Mungkin karena sebab itu, ia jadi tidak terlalu peduli dengan sang anak," ucapnya.

Masih dijelaskan Darda, sang ibu dari anak tersebut ternyata bekerja sebagai kupu-kupu malam. Saat mendapatkan panggilan, ibu korban langsung menitipkan sang anak kepada ibu dari pelaku.

"Oleh karena itu, keseharian anak sering tidur di rumah pelaku. Nah, mungkin karena terlalu sering dan tergiur oleh korban, anak dari uwa berinisial IF (21) ini mencabuli anak tersebut," jelas dia.

Diketahui, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka berhasil meringkus pelaku pencabulan anak di bawah umur, Sabtu (25/7/2020).

Pelaku itu berinisial IF (21) alias Kibol warga Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, yang tega mencabuli anak berusia 9 tahun berinisial CDW.

Korban merupakan siswi kelas 3 SD dan kesehariannya suka dititipkan oleh sang ibu di rumah pelaku.

Adapun posisi pelaku adalah kakak sepupu korban, dimana dalam kesehariannya korban sering dititipkan dan di asuh oleh ibu pelaku yang merupakan uwanya korban.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Yo 82 UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak ancaman minimal 5 tahun atau maksimal 15 tahun penjara.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Tribunews.com
Kategori:Peristiwa, Hukum, Jawa Barat

wwwwww