Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Basket

Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?

Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
Gambar: Tangkapan layar video Ist.
Rabu, 05 Agustus 2020 11:49 WIB
JAKARTA - Presiden AS, Donald Trump mengatakan, para jenderal militer AS 'merasakan' ledakan besar yang memporak porandakan Beirut, Lebanon, dalah 'serangan mengerikan' yang kemungkinan disebabkan oleh sebuah bom.

"Sepertinya itu didasarkan pada ledakan. Saya bertemu dengan beberapa jenderal besar kita dan mereka sepertinya merasa begitu. Ini bukan - semacam jenis ledakan manufaktur dari suatu peristiwa. Mereka tampaknya berpikir itu adalah serangan. Itu semacam bom, ya," kata Trump pada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip dari apnews.com, Rabu (5/8/2020).

Seperti diketahui, sebuah ledakan terjadi di Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020). Ledakan itu meratakan pelabuhan, merusak gedung-gedung di ibukota dengan kekuatan gempa berkekuatan 3,5, menurut pusat geosains Jerman GFZ, dan didengar serta dirasakan sejauh Siprus lebih dari 200 kilometer (180 mil) melintasi Mediterania.

Lebih dari 70 orang tewas dan 3.000 orang luka-luka, dengan mayat-mayat terkubur di reruntuhan, kata para pejabat setempat.

Menteri Dalam Negeri Lebanon mengatakan, tampaknya ada persediaan amonium nitrat dalam jumlah besar di pelabuhan dan telah meledak.

Sebelum ledakan terjadi, Lebanon memang dalam kondisi perekonomian yang lemah. Negara ini mengalami hiper inflasi dengan tingkat inflasi mencapai 89.74 persen pada Juni 2020, berdasarkan tulisan Guardian.

Reuters menulis, nilai Pound terdegradasi hingga 80 persen dari dolar AS.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Basket, Ekonomi, Olympic
wwwwww