Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
10 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  MPR RI

Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi

Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Ist)
Jum'at, 07 Agustus 2020 10:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Di tengah pandemi Covid 19, Pemerintah perlu melakukan terobosan yang kreatif dan inovatif di sektor ekonomi agar terhindar dari resesi.

"Masukan sejumlah pakar agar ekonomi nasional bisa bergeliat saat ini sangat dibutuhkan, agar kita bisa memanfaatkan peluang dari sejumlah sektor yang masih mungkin bertumbuh di masa pandemi ini," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8/2020).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik ( BPS) mengumumkan produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal II-2020 minus hingga 5,32%.

Pada kondisi saat ini, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, diperlukan kebijakan yang membuka sebanyak mungkin potensi peluang agar bisa keluar dari ancaman krisis ekonomi.

Mengutip data BPS, menurut Legislator Partai NasDem itu, sejumlah sektor pertumbuhannya terkoreksi. Sebagai contoh empat sektor mengalami pertumbuhan negatif yaitu sektor industri (-6,19 persen), perdagangan (-7,57 persen), konstruksi (-5,39 persen) dan pertambangan (-2,72 persen).

Tetapi, tambah Rerie, ada sektor yang mencatatkan pertumbuhan positif dalam periode ini. Sektor tersebut antara lain adalah pertanian 2,19 persen, informasi dan komunikasi 10,88 persen, serta jasa keuangan 1,03 persen.

Berdasarkan data tersebut, tegasnya, Pemerintah bisa segera mengambil langkah untuk terus mendorong pertumbuhan sektor-sektor potensial tersebut, guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Di tengah kebutuhan setiap orang untuk menjaga jarak agar terhindar dari penularan Covid-19, menurut Rerie, sektor teknologi informasi dan komunikasi seharusnya bisa didorong pemanfaatannya secara optimal.

Demikian juga, tegas Rerie, di sektor pertanian yang mencatatkan pertumbuhan positif. Kebijakan yang mampu menggairahkan sektor pertanian nasional, harus segera direalisasikan.

"Peningkatan konsumsi hasil pertanian lokal berpotensi menggerakkan ekonomi nasional. Karena sektor pertanian adalah sumber pangan yang merupakan kebutuhan banyak orang," ujarnya.

Secara umum, tegas Rerie, untuk menggerakkan ekonomi nasional di saat ekonomi dunia juga terdampak pandemi Covid-19, memaksimalkan potensi ekonomi yang ada di dalam negeri merupakan langkah yang strategis.

Di sisi lain, pungkasnya, menggalakan penggunaan produk substitusi yang lebih ekonomis dan gaya hidup hemat dalan kehidupan sehari-hari wajib dilakukan dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi.***

wwwwww