Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Andi Paris Minta Proyek Vaksin masuk Proyek Strategis Nasional
DPR RI
14 jam yang lalu
Andi Paris Minta Proyek Vaksin masuk Proyek Strategis Nasional
2
Reydonnyzar Moenek masih Menjabat Sekjen DPD RI, Yorrys sebut Implikasi Pidana
Politik
18 jam yang lalu
Reydonnyzar Moenek masih Menjabat Sekjen DPD RI, Yorrys sebut Implikasi Pidana
3
Bawa Sabu 5 Kg dan Ribuan Ekstasi, Anggota DPRD dari Golkar Ditangkap BNN, Ternyata Residivis
Peristiwa
22 jam yang lalu
Bawa Sabu 5 Kg dan Ribuan Ekstasi, Anggota DPRD dari Golkar Ditangkap BNN, Ternyata Residivis
4
Sejarah Panjang dan Keberlanjutan Revolusi Mental
DPR RI
17 jam yang lalu
Sejarah Panjang dan Keberlanjutan Revolusi Mental
5
Puluhan Jabatan Fungsional Kemendagri Dilantik
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Puluhan Jabatan Fungsional Kemendagri Dilantik
6
Saat Suami Shalat Subuh ke Masjid, Istri Masukkan Anggota Satpol PP ke Rumah, Begini Akibatnya
Peristiwa
18 jam yang lalu
Saat Suami Shalat Subuh ke Masjid, Istri Masukkan Anggota Satpol PP ke Rumah, Begini Akibatnya
Home  /  Berita  /  MPR RI

Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi

Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Ist)
Jum'at, 07 Agustus 2020 10:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Di tengah pandemi Covid 19, Pemerintah perlu melakukan terobosan yang kreatif dan inovatif di sektor ekonomi agar terhindar dari resesi.

"Masukan sejumlah pakar agar ekonomi nasional bisa bergeliat saat ini sangat dibutuhkan, agar kita bisa memanfaatkan peluang dari sejumlah sektor yang masih mungkin bertumbuh di masa pandemi ini," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8/2020).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik ( BPS) mengumumkan produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal II-2020 minus hingga 5,32%.

Pada kondisi saat ini, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, diperlukan kebijakan yang membuka sebanyak mungkin potensi peluang agar bisa keluar dari ancaman krisis ekonomi.

Mengutip data BPS, menurut Legislator Partai NasDem itu, sejumlah sektor pertumbuhannya terkoreksi. Sebagai contoh empat sektor mengalami pertumbuhan negatif yaitu sektor industri (-6,19 persen), perdagangan (-7,57 persen), konstruksi (-5,39 persen) dan pertambangan (-2,72 persen).

Tetapi, tambah Rerie, ada sektor yang mencatatkan pertumbuhan positif dalam periode ini. Sektor tersebut antara lain adalah pertanian 2,19 persen, informasi dan komunikasi 10,88 persen, serta jasa keuangan 1,03 persen.

Berdasarkan data tersebut, tegasnya, Pemerintah bisa segera mengambil langkah untuk terus mendorong pertumbuhan sektor-sektor potensial tersebut, guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Di tengah kebutuhan setiap orang untuk menjaga jarak agar terhindar dari penularan Covid-19, menurut Rerie, sektor teknologi informasi dan komunikasi seharusnya bisa didorong pemanfaatannya secara optimal.

Demikian juga, tegas Rerie, di sektor pertanian yang mencatatkan pertumbuhan positif. Kebijakan yang mampu menggairahkan sektor pertanian nasional, harus segera direalisasikan.

"Peningkatan konsumsi hasil pertanian lokal berpotensi menggerakkan ekonomi nasional. Karena sektor pertanian adalah sumber pangan yang merupakan kebutuhan banyak orang," ujarnya.

Secara umum, tegas Rerie, untuk menggerakkan ekonomi nasional di saat ekonomi dunia juga terdampak pandemi Covid-19, memaksimalkan potensi ekonomi yang ada di dalam negeri merupakan langkah yang strategis.

Di sisi lain, pungkasnya, menggalakan penggunaan produk substitusi yang lebih ekonomis dan gaya hidup hemat dalan kehidupan sehari-hari wajib dilakukan dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi.***


wwwwww