Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
Olahraga
21 jam yang lalu
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
2
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
Politik
21 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
3
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bali United FC Waspadai Hari Nur
4
Tunggu Hasil Tes Swab, Skuat PSIS Libur Latihan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tunggu Hasil Tes Swab, Skuat PSIS Libur Latihan
5
Dikalahkan Bosnia, Shin Tae Yong: Masih Banyak PR Harus Diselesaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
6
Nazaruddin Dek Gam Berharap Persiraja Berikan Yang Terbaik
Sepakbola
22 jam yang lalu
Nazaruddin Dek Gam Berharap Persiraja Berikan Yang Terbaik
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing

Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad. (Istimewa)
Kamis, 13 Agustus 2020 11:22 WIB
JAKARTA - Penistaan terhadap agama Islam terus berulang. Terakhir, ujaran kebencian terhadap Islam dikampanyekan seorang kakek Apollinaris Darmawan (68) pengarang buku "Jokowi dan Ben-Hur" tersebut melalui akun media sosialnya.

Tidak tanggung-tanggung Apollinaris pernah dilaporkan dengan kasus yang sama beberapa tahun lalu. Seperti tidak rasa kapok, sehingga ia terus menista Islam secara frontal.

Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad, menilai kasus penistaan terhadap Islam disengaja. Apalagi, pelakunya pada kasus terakhir adalah seorang penulis dan pastinya dia mengetahui adanya delik untuk penistaan agama. "Tetapi sepertinya orang itu ada sengaja, itu perlu ada penelitian yang seksama," ujar Dadang, Rabu (12/8/2020) kemarin.

Dadang juga mengaku heran dengan keberanian mereka mengolok-ngolok Islam. Padahal agama apa pun itu bukan untuk dihina. Justru agama harus dijunjung tinggi, karena agama juga mengajarkan kebaikan kemuliaan cinta Tuhan seperti itu. Kalaupun berbeda agama tetap sangat tidak diperkenankan menghina agama lain. Mengingat setiap agama memiliki aturan atau rambu-rambu untuk tidak menghina agama lain.

Selanjutnya, Dadang berpesan agar masyarakat tidak terprovokasi mereka yang melecehkan agama. Dia meminta masyarakat menyerahkan kasus penistaan agama kepada proses hukum. Namun jika masyarakat, terutama umat Islam sangat marah dan kesal, adalah hal yang wajar.

"Karena memang agama itu sesuatu yang paling sensitif di dunia. Karena itu tapi saya mohon pada semuanya menahan diri untuk tidak menjadikan ini sebagai pemicu terjadinya konflik sosial," imbau Dadang.

Sebelumnya, Apollinaris ditangkap aparat kepolisian dan warga di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/8). Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri, mengakui pihaknya telah menangkap Apollinaris.

Awalnya, pihaknya hanya mengamankan Apollinaris dari amukan massa. Kemudian dari beberapa masyarakat membuat laporan adanya ujaran kebencian yang dilakukan Apollinaris yang berstatus sebagai tersangka.

"Jadi laporan kita terima lakukan pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka hari Minggu-nya kita lakukan penahanan. Jadi tersangka sudah kita tahan," tegas Galih.

Dari jejak digitalnya, memang sejak beberapa tahun Apollinaris gemar membuat resah umat Islam dengan hina-hinaannya terhadap agama Islam dan Nabi Muhammad SAW. Dalam akun twitternya, dia pernah menyebut Nabi Muhammad hidup dari hasil rampasan, membunuh dan main perempuan. Bahkan dia sering menyebut Nabi Muhammad SAW dengan kata-kata kasar.

"Tidak akan menurunkan derjat keagungan agama yg mulya ini Ingat itu!! Di Alquran ada buktinya, Muhammad hidup dari RAMPASAN, membunuh, dan main perempuan, silahkan saja mau terus memuja Muhammad," tulis Apollinaris.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Republika.co.id dan Viva.co.id
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, DKI Jakarta

wwwwww