Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
7 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
7 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
11 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
4
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
Kesehatan
13 jam yang lalu
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
5
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
6
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Peristiwa
12 jam yang lalu
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Home  /  Berita  /  Olahraga
Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2020

Jokowi Minta Tata Ulang Sistem Pembinaan Atlet

Jokowi Minta Tata Ulang Sistem Pembinaan Atlet
Rabu, 09 September 2020 21:48 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menginginkan atlt Inonsia mampu bersaing di kancah internasional. Makanya, ia meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meninjau ulang tata kelola sistem pembinaan olahraga khususnya bagi para atlet.

"Saya minta Kemenpora, KONI dan KOI bisa meningkatkan olahraga nasional kita di kancah dunia. Kalau saat ini masih kurang, mungkin cara-caranya kurang tepat. Lakukan ekosistem atau review (tinjau ulang) secara total. Tata kelola pembinaan atlet harus sinergi dengan baik dari daerah hingga ke pusat lembaga pendidikan olahraga. Cabang olahraga harus bisa meningkatkan pemanfaatan teknologi  yang harus dilakukan berbasis sport science dan manajemen baru, manajamen informasi untuk  calon-calon atlet berkualitas," kata Presiden secara virtual dari Istana Bogor pada Puncak  Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXVII yang digelar di GOR POPKI Cibubur, Jakarta, Rabu (9/9/2020).  

Generasi muda kita itu, lanjut Jokowi, jumlahnya sangatlah banyak. Jadi, sangat tidak masuk akal kalau Indonesia kekurangan atlet. Untuk itu, ia menyarankan segera rancang ulang secara total terkait penyaringan dan pembinaan atlet. 

Diakui, sebagai negara besar Indonesia harus punya juga nama besar di kancah internasional. Memang berbagai cabang olahraga sudah menciptakan berbagai prestasi. Jokowi pun  berterima kasih kepada para atlet yang selama ini mengharumkan nama Indonesia di wn mengibarkan Merah Putih di berbagai arena-arena kompetisi internasional. 

"Olahraga punya peran penting dalam kehidupan kita dan menjadi instrumen dalam pendidikan. Olahraga itu membangun karakter sportif bahwa kalah menang itu biasa. Untuk itu perkuat kolaborasi dalam team work. Ciptakan jiwa patriotisme dan nasionalisme," urai Jokowi.

Namun saat pandemi ini, berbagai kompetisi harus ditiadakan dan diatur ulang. Hal ini kurang jelas bisa menguntungkan. Ini memberikan kesempatan untuk melakukan restart dan merancang ulang sistem olahraga Indonesia besar-besaran. Presiden Jokowi pun mengajak para insan olahraga secara serius lakukan evaluasi diri dan siapkan langkah besar untuk lompatan besar bagi dunia olahraga nasional menuju internasional  . 

"Kuncinya ada pada produktivitas. Olahraga harus jadi keseharian bagi kita semua. Olahraga itu bukan urusan individu atau Kempora saja tetapi masyarakat luas. Maka perlu didukung teknologi dan manajemen yang baik. Olahraga bisa jadi industri yang cakupannya luas seperti produk sepatu, pakaian, bola, media, penyiaran, piala dan souvenir serta lainnya yang dapat meningkatkan UMKM kita. Target pasarnya bukan hanya pasar daerah tapi nasional bahkan internasional. Ini juga membuka peluang sport tourism yang jadi tren baru yang pasarnya sangat luas dan memberi multiplayer effect. Kita punya tempat indah seperti gunung, laut dan danau. Alam yang indah dan kaya seni dan budaya," jelasnya. 

Untuk itu, kejuaraan olahraga bisa dimanfaatkan seperti cabang olahraga terbang layang, sepeda, atletik dan olahraga lainnya. Hal ini menjadi tempat berwisata sekaligus berolahraga di alam terbuka. Peluang ini harus dimanfaatkan. 

"Selamat hari olahraga nasional. Mari jadikan pola hidup sehat kita dan menjai negara kuat. Mulai semangat baru Indonesia kita sebagai negara maju," tutup Jokowi.

Tiga Pesan Besar 

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali mennyampaikan ada tiga pesan besar dalam Hari Olahraga Nasional 2020. Dia mendorong pentingnya penerapan sport science, sport tourism dan sport industry.

“Bila kita ingin memacu prestasi olahraga dan meningkatkan kebugaran masyarakat maka sport science yang harus mendampingi pembinaan olahraga di Tanah Air,” katanya. 

Dia menjelaskan bahwa sport science dapat mengukur dengan tepat sehingga dapat menjadi standar dan panduan bagi pembinaan atlet ke depan. Terlebih saat ini Indonesia berkeinginan menjadi tuan rumah pelaksanaan Olimpiade 2032.

“Mulai saat ini, kita harus menyiapkan talenta muda yang usia 10--13 tahun untuk menjadi atlet andalan dengan pendampingan sport science yang tepat,” ujarnya.

Tema besar selanjutnya adalah sport tourism. Menurut Zainuddin, kegiatan yang mendatangkan turis harus lebih dikembangkan lagi agar menjadi sumber devisa negara. Indonesia harus mencontoh berbagai negara yang menyediakan paket wisata olahraga.

“Kondisi alam Indonesia baik daratan, lautan, pegunungan, cuaca yang sangat mendukung untuk menjadi daerah tujuan wisata olahrga atau sport tourism,” katanya.

Selanjutnya atau terakhir, sport industry. Kegiatan olahraga, kata Zainuddin tidak bisa dipisahkan dengan industri, baik industri barang atau peralatan olahrga ataupun industri jasa atau pengelolaan kegiatan olahraga.

Menurutnya, Indonesia belum menggali potensi industri terkait olahraga secara optimal. Kebutuhan peralatan olahraga masih banyak yang berasal dari luar negeri.

“Kalangan industri harus sudah mulai sosialisasikan kepada stakeholder olahraga untuk semaksimal mungkin menggunakan peralatan olahraga produksi dalam negeri,” katanya.

Untuk mewujudkan ketiga tema itu, Kemenpora telah menandatangani nota kesepahaman dengan kementerian dan lembaga terkait. Hal ini guna mensinergikan peran dari masing-masing kementerian lembaga dengan seluruh kegiatan olahraga secara optimal. 

Daftar penerima penghargaan saat acara puncak Haornas XXXVII di Gedung POPKI ibubur, Jakarta Timur: 

1. lr. Airlangga Hartarto. MBA. M.M.T (Pembina Olahraga)

2. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono. M.Sc PhD (Pembina Olahraga)

3. DR. Edhy Prabowo. MM.,MBA (Pembina Olahraga)

4. Mayjen. (Purn) DJoko Pramono (Pembina Olahraga)

5. Dr. drh. H. Rohidin Mersyah. MMA. (Pembina Olahraga)

6. Drs. H. Longki Djanggola. M.Si. (Pembina Olahraga)

7. Hendrar Prihadi.SE. MM (Pembina Olahraga)

8. Harry Warganegara (Pembina Olahraga)

9. Tri Suswati Karnavian (Penggerak Olahraga)

10. Letjen TNI Joni Supriyanto (Penggerak Olahraga)

11 . Jonifirdaus Effendi (Pelatih)

12. Dr. Komarudin, M.Si (Dosen)

13. Prof. Nur Hasan, MKes (Dosen); 

14. Suryopratomo (Media); 

15. Edgar Xavier Marvelo (lnsan Olahraga); 

16. Ni Nengah Widiasih (Atlet);


wwwwww