Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan 'Saya Kafir' dan Anti Islam
Peristiwa
18 jam yang lalu
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan Saya Kafir dan Anti Islam
2
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
Kesehatan
18 jam yang lalu
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
3
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
DPR RI
23 jam yang lalu
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
4
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
DPR RI
22 jam yang lalu
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
5
DPD RI Tanggung Jawab Penguatan Otonomi Daerah
Politik
17 jam yang lalu
DPD RI Tanggung Jawab Penguatan Otonomi Daerah
6
Ketua DPR: Kita Bisa Atasi Semua Tantangan dengan SDM Berkarakter dan Tangguh
DPR RI
22 jam yang lalu
Ketua DPR: Kita Bisa Atasi Semua Tantangan dengan SDM Berkarakter dan Tangguh
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Bagaimana Pertashop Menstimulus Pembangunan Ekonomi Desa

Bagaimana Pertashop Menstimulus Pembangunan Ekonomi Desa
Pertashop. (Foto: Ist.)
Kamis, 10 September 2020 11:57 WIB

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menilai, kehadiran Pertashop bisa membawa dampak stimulus terhadap pembangunan di desa. Pertashop, dapat menjadi trigger dalam membangkitkan perekonomian desa. 

"Dengan adanya SPBU (baca: Pertashop) di situ biasanya ada minimarket juga di situ, kemudian nanti ada kedai-kedai atau cafe-cafe di sana, bisa berkembang, kemudian timbul pasar di situ, sehingga ekonomi pedesaan menjadi bangkit," kata Mendagri Tito, dalam Rapat virtual Koordinasi Pusat dan Daerah dalam rangka Percepatan Pelaksanaan Program Pertashop Kerjasama Kemendagri dengan PT. Pertamina (Persero) tahun 2020, di Kantor Kemendagri, Rabu (9/09/2020).

Mendagri berharap agresivitas dan konsistensi Pertamina serta dukungan kepala daerah untuk mencapai target program Pertashop tersebut. Sampai saat ini sejumlah 527 outlet sudah terbangun, dan ditargetkan hingga akhir Tahun 2020 terbangun sebanyak 4.308 outlet. 

"Kita harus melakukan bertahap tidak mungkin sekaligus karena kecepatan itu sangat tergantung dari agresivitasnya Pertamina dan kesiapan atau kesediaan daya tangkap komitmen untuk menangkap dari desa-desa dan dukungan dari kepala daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota," kata Mendagri.

Kerjasama antara Kemendagri dengan Pertamina dalam Program Pertashop ini sebenarnya sudah dilakukan sejak bulan Februari 2020 lalu melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Mendagri Muhammad Tito Karnavian dengan Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati. Bahkan, juga sudah dilanjutkan dengan kick off atau launching di Bali pada akhir Februari lalu.

"Tapi setelah itu kita ada Covid, mulai agak sedikit slow down. Sekarang kita harus mulai bangkitkan kembali," tandas Mendagri.

Pernyataan resmi Pusat Penerangan Kemendagri yang dikutip GoNews.co, Kamis (10/9/2020) menegaskan, agenda ini sejalan visi besar Presiden Joko Widodo tentang membangun Indonesia dari daerah pinggiran.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Nasional, Pemerintahan, Ekonomi
wwwwww