Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
6 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
7 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
4
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
5
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
Kesehatan
12 jam yang lalu
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
6
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
Home  /  Berita  /  Politik

Fahri Hamzah Dorong Kemendikbud Gandeng Televisi Penuhi Hak Belajar Siswa

Fahri Hamzah Dorong Kemendikbud Gandeng Televisi Penuhi Hak Belajar Siswa
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah. (Foto: Ist.)
Jum'at, 11 September 2020 00:08 WIB

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk menggandeng stasiun televisi dalam mendukung pembelajaran siswa di masa Pandemi Covid-19.

"Dari pada sampeyan (Mendikbud Nadiem Makarim) sibuk beli gadget dan pulsa, mendingan wajibkan semua TV untuk menyiarkan acara pendidikan sampai 50%," ujar Fahri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Langkah ini, menurut Fahri, akan lebih efektif dalam memenuhi hak belajar sisa lantaran televisi hampir dimiliki oleh rerata rumah penduduk.

"Layar TV sudah ada di rumah penduduk tapi siarannya alamakkkk! Ayolah cerdas dikit napa bikin kebijakan!" kata Fahri.

Fahri menekankan pentingnya kreatifitas dalam membuat kebijakan yang efektif dan efisien. Kata Dia, "kan TV lokal juga banyak. Konten ada di Youtube dan Google. Daring kan juga bisa pakai studio TV lokal. Ada lah caranya. Masak sih kita kehabisan akal? Maksud saya, ini krisis sih krisis tapi TV-TV nggak kelihatan ada krisis kok. Ajarin rakyat dong, ini revolusi mental kan?".

"Saya tuh nonton TV negara-negara maju, memang isinya pendidikan semua. Tapi TV kita isinya kalau nggak sadis ya lucu, atau joget, atau sedih. Pagi diajak nangis, malam diajak ketawa. Ampun deh pendidikan Bangsa ku! Ini kan ada corona!" kata Fahri.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menandaskan, Negara adalah penyelenggara pendidikan rakyat, dan semua ijin frekuensi diberikan "untuk mencerdaskan kehidupan bangsa".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pemerintahan, Politik, Nasional, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww