Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
6 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
7 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
4
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
5
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
Kesehatan
12 jam yang lalu
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
6
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
Home  /  Berita  /  Internasional

Kelompok Pembenci Islam Bakar Alquran di Daerah Mayoritas Muslim di Swedia, Ini Penampakannya

Jum'at, 11 September 2020 08:29 WIB

STOCKHOLM -- Kelompok pembenci Islam membakar sebuah kitab suci Alquran pada Kamis (10/8/2020), di daerah yang penduduknya mayoritas Muslimz di Rinkeby, Stockholm, Swedia.

Dikutip dari Republika.co.id, kelompok ekstremis asal Denmark itu, Stram Kurs, membakar kitab suci umat Muslim selama berunjuk rasa di Rinkeby.

Seperti dilansir Anadolu Agency, mereka telah meminta izin kepada polisi untuk membakar Alquran, tetapi permintaan itu ditolak. Rombongan Stram Kurs tiba di Rinkeby pada Kamis pagi untuk berunjuk rasa.

Seorang anggota kelompok menuangkan bensin ke Alquran, kemudian membakarnya.

Kelompok itu segera meninggalkan tempat kejadian sebelum ada yang bereaksi terhadap aksi tersebut.

Bulan lalu, pendukung Rasmus Paludan, pemimpin ekstrimis sayap kanan, juga membakar sebuah Alquran di Kota Malmo, Swedia Selatan.

Insiden itu telah menyebabkan sejumlah petugas polisi terluka dan 10 orang ditahan,

Polisi juga melarang Paludan memasuki Swedia selama dua tahun.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Peristiwa, Internasional

wwwwww