Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
19 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
19 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Basket

Kelompok Pembenci Islam Bakar Alquran di Daerah Mayoritas Muslim di Swedia, Ini Penampakannya

Jum'at, 11 September 2020 08:29 WIB

STOCKHOLM -- Kelompok pembenci Islam membakar sebuah kitab suci Alquran pada Kamis (10/8/2020), di daerah yang penduduknya mayoritas Muslimz di Rinkeby, Stockholm, Swedia.

Dikutip dari Republika.co.id, kelompok ekstremis asal Denmark itu, Stram Kurs, membakar kitab suci umat Muslim selama berunjuk rasa di Rinkeby.

Seperti dilansir Anadolu Agency, mereka telah meminta izin kepada polisi untuk membakar Alquran, tetapi permintaan itu ditolak. Rombongan Stram Kurs tiba di Rinkeby pada Kamis pagi untuk berunjuk rasa.

Seorang anggota kelompok menuangkan bensin ke Alquran, kemudian membakarnya.

Kelompok itu segera meninggalkan tempat kejadian sebelum ada yang bereaksi terhadap aksi tersebut.

Bulan lalu, pendukung Rasmus Paludan, pemimpin ekstrimis sayap kanan, juga membakar sebuah Alquran di Kota Malmo, Swedia Selatan.

Insiden itu telah menyebabkan sejumlah petugas polisi terluka dan 10 orang ditahan,

Polisi juga melarang Paludan memasuki Swedia selama dua tahun.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Olympic, Basket
wwwwww