Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MPR: Museum Memiliki Kemampuan untuk Membangkitkan Nasionalisme
Pendidikan
20 jam yang lalu
MPR: Museum Memiliki Kemampuan untuk Membangkitkan Nasionalisme
2
Malik Latihan Fitness Jaga Tubuh Tetap Ideal
Sepakbola
20 jam yang lalu
Malik Latihan Fitness Jaga Tubuh Tetap Ideal
3
Persita Tangerang Diliburkan Usai Latihan Game Internal
Sepakbola
20 jam yang lalu
Persita Tangerang Diliburkan Usai Latihan Game Internal
4
Siswa SMP Gantung Diri Setelah Keluhkan Banyaknya Tugas dari Guru Selama PJJ
Pendidikan
13 jam yang lalu
Siswa SMP Gantung Diri Setelah Keluhkan Banyaknya Tugas dari Guru Selama PJJ
5
Sanksi Memperlambat Layanan Kependudukan, Mulai dari Denda Jutaan Rupiah hingga Sanksi Sosial
Umum
12 jam yang lalu
Sanksi Memperlambat Layanan Kependudukan, Mulai dari Denda Jutaan Rupiah hingga Sanksi Sosial
6
Awal Cuti Bersama, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Jakarta-Cikampek
Peristiwa
9 jam yang lalu
Awal Cuti Bersama, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Jakarta-Cikampek
Home  /  Berita  /  MPR RI

Punya Stok 600 Juta Ton, Pemerintah Seharusnya Berantas 'Mafia' Aspal Buton

Punya Stok 600 Juta Ton, Pemerintah Seharusnya Berantas Mafia Aspal Buton
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid saat meninjau tambang aspal Buton. (Dok. MPR)
Minggu, 13 September 2020 23:26 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, menyampaikan keprihatinan terkait terpuruknya aspal Buton. Hingga kini, keberadaan aspal di Pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara, itu belum mampu mengangkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Buton.

Padahal menurutnya, potensi kandungan aspal yang terdapat di pulau Buton sangat besar, mencapai 600 juta ton. Yang lebih mengkhawatirkan, meski pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan secara besar-besaran, ternyata program tersebut tidak banyak menyerap bahan-bahan lokal khususnya aspal dari Buton. Semestinya, semakin banyak pembangunan dilakukan, semakin besar bahan-bahan lokal yang bisa dimanfaatkan.

"Alasannya karena aspal Buton tidak memenuhi syarat yang dibutuhkan. Ini jelas mengada-ada dan tidak berpihak pada hasil dalam negeri. Karena saat ini sudah ada teknologi yang bisa membuat aspal Buton, memenuhi persyaratan yang diinginkan," kata Jazilul Fawaid.

Pernyataan itu disampaikan Gus Jazil sapaan akrabnya, saat bersilaturrahim dengan jajaran pemerintah daerah Kabupaten Buton. Acara tersebut berlangsung di rumah Jabatan Bupati Buton, Minggu (13/9) yang dihadiri Bupati Buton La Bakry dan Wakil Bupati Buton Iis Elianti.

Sulitnya aspal asal Buton menembus pasar, kata Gus Jazil, patut diduga merupakan permainan mafia. Mereka sengaja memilih menggunakan aspal impor dibanding dari Buton, karena tergiur keuntungan yang lebih besar. "Untuk itu saya minta pemerintah segera turun tangan berantas para mafia aspal ini," tegasnya.

Cara-cara seperti itu menurut Gus Jazil lumrah dilakukan para mafia. Mereka sengaja mencari-cari alasan, untuk mengganjal para pesaing, sekaligus membuka celah impor untuk mendapat keuntungan yang lebih besar.

"Kalau aspal Buton digunakan untuk membangun jalan, niscaya masyarakat ikut menikmati dampak peningkatan ekonomi. Apalagi, cadangan aspal Buton masih sangat besar, cukup untuk memenuhi kebutuhan aspal nasional sebesar 1,5 juta ton pertahun," kata Gus Jazil lagi.

Sebelumnya, Bupati Buton La Bakry meminta bantuan kepada Wakil Ketua MPR, terkait sulitnya aspal Buton menembus pasar. Kondisi tersebut telah menghambat pemerintah Buton melaksanakan pembangunan. Padahal, bila kandungan bumi di pulau Buton, itu bisa dioptimalkan, akan sangat membantu mensejahterakan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Gus Jazil didampingi Bupati Buton dan jajarannya menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi lahan aspal di Kabungka. saat ini, kondisinya  nyaris mangkrak karena tidak beroperasi maksimal. Tumpukan aspal yang siap diolah, terlihat memenuhi lokasi di tempat tersebut. Sebagian sudah dimasukkan karung, sebagian yang lain teronggok begitu saja.***

wwwwww