Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
20 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
22 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
20 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Olympic

Dibacok Saat Pimpin Shalat Magrib, Imam Masjid Nurul Iman Wafat di Rumah Sakit

Dibacok Saat Pimpin Shalat Magrib, Imam Masjid Nurul Iman Wafat di Rumah Sakit
Ilustrasi jenazah. (int)
Selasa, 15 September 2020 07:29 WIB

PALEMBANG - Muhammad Arif (60), imam Masjid Nurul Iman, Kelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kota Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, wafat di RSUP Muhammad Husein Palembang, pada Senin (14/9/2020), pukul 04.30 WIB.

''Iya, Innalillahi. Beliau sudah meninggal tadi pagi, benar itu,'' ujar Lurah Tanjung Rancing, Mat Hasan, Senin, seperti dikutip dari Suara.com.

Muhammad Arif dirawat di RSUP setelah menjadi korban pembacokan saat memimpin shalat Magrib berjamaah. Akibat pembacokan itu Arif mengalami luka parah pada bagian wajah dan punggung. Setelah tiga hari dirawat di RSUP, Arif menghembuskan napas terakhirnya.

Dikutip dari Kompas.com, dari RSUP, jenazah Arif langsung dibawa ke Desa Tanjung Laut, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir, yang merupakan desa asal Arif.

Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Alamsyah Pelupessy mengatakan, pria berinsial M yang menjadi pelaku penyerangan saat ini sudah berada di ruang tahanan Mapolsek Kayuagung guna menjalani pemeriksaan.

Alamsyah memastikan, pelaku M dalam keadaan normal dan tidak menderita gangguan jiwa saat melakukan penganiayaan terhadap korban.

''Saat melakukan aksinya, pelaku juga tidak dalam pengaruh obat-obatan atau minuman keras,'' kata Alamsyah.

Alamsyah menegaskan bahwa motif pelaku melakukan penyerangan adalah dendam karena tersinggung saat diminta mengembalikan kunci kontak amal ke bendahara masjid.

''Motifnya rasa tersinggung pelaku terhadap korban, karena diminta menyerahkan kunci kotak amal ke bendahara masjid,'' kata Alamsyah.

Alamsyah menambahkan, karena korban sampai meninggal dunia, maka pasal yang dikenakan kepada tersangka ada penambahan, yaitu Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

''Namun masih kita kembangkan apakah ada unsur perencanaan dalam kejadian tersebut,'' kata Alamsyah.***

Editor:hasan b
Sumber:suara.com dan kompas.com
Kategori:Beladiri, Olympic
wwwwww