Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polisi Gerak Cepat Tangkap Gus Nur, Bagaimana Kasus Denny Siregar & Abu Janda
Hukum
24 jam yang lalu
Polisi Gerak Cepat Tangkap Gus Nur, Bagaimana Kasus Denny Siregar & Abu Janda
2
Petuah Suhu Ayong di Acara Syukuran Rajawali Sakti Jakarta
Olahraga
11 jam yang lalu
Petuah Suhu Ayong di Acara Syukuran Rajawali Sakti Jakarta
3
MPR: Sumpah Pemuda 1928 Relevan sampai Kapanpun
Nasional
19 jam yang lalu
MPR: Sumpah Pemuda 1928 Relevan sampai Kapanpun
4
Pecat Oknum Polisi Nyambi Kurir Sabu, Komisi III DPR Apresiasi Kapolda Riau
Politik
10 jam yang lalu
Pecat Oknum Polisi Nyambi Kurir Sabu, Komisi III DPR Apresiasi Kapolda Riau
5
Apresiasi Produsen Keripik, DPD Dukung Pameran UKM Jatim
Ekonomi
17 jam yang lalu
Apresiasi Produsen Keripik, DPD Dukung Pameran UKM Jatim
6
MPR minta Jadwal Vaksinasi Matang Diperhitungkan
Kesehatan
15 jam yang lalu
MPR minta Jadwal Vaksinasi Matang Diperhitungkan
Home  /  Berita  /  Internasional

Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan

Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
Maryam Pougetoux. (portalislam.com)
Senin, 21 September 2020 08:15 WIB

PARIS - Sikap kebencian terhadap Islam dipertontonkan anggota parlemen sayap kanan dan republik Prancis, Anne-Christine Lang, Kamis (17/9).

Dikutip dari Republika.co.id, Lang kabur dari ruang pertemuan di parlemen Prancis, karena melihat seorang wanita Muslim, Maryam Pougetoux, hadir mengenakan jilbab. Mahasiswi cantik berhijab itu hadir mewakili serikat mahasiswa.

Selama pertemuan di Paris, yang membahas pandemi Covid-19 dan pengaruhnya terhadap kaum muda, beberapa anggota parlemen sayap kanan serta anggota partai yang berkuasa, Anne-Christine Lang, mengatakan mereka tidak dapat menerima perwakilan serikat mahasiswa Maryam Pougetoux yang mengenakan jilbab. Setelah berbicara dia pun memutuskan untuk pergi.

Lang berargumen di Twitter dia tidak dapat menerima kehadiran seseorang yang berjilbab pada pertemuan yang diadakan di majelis nasional.

''Sebagai anggota parlemen yang merupakan feminis dan pelindung hak-hak perempuan, berkomitmen pada nilai-nilai republik dan sekularisme, saya tidak dapat menerima partisipasi seseorang yang berjilbab dalam pertemuan kami,'' kata dia dilansir di Muslim News, Jumat (18/9).

Anggota partai berkuasa lainnya, Sandrine Morch, yang memimpin sesi tersebut, mengatakan reaksi anggota parlemen tidak perlu dan tidak ada aturan yang mencegah orang menghadiri pertemuan dengan pakaian religius.

Morch mencatat dia tidak akan membiarkan diskusi palsu seputar jilbab mengalihkan fokus pertemuan, di mana masa depan pemuda negara itu sedang dibahas.

Sebelumnya, Pougetoux juga mendapat kritik dari Menteri Negara Kesetaraan Gender Marlene Schiappa dan banyak tokoh politik lainnya ketika dia ditunjuk sebagai pembicara oleh serikat mahasiswa UNEF pada 2018.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Peristiwa, Internasional
wwwwww