Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terungkap, Saudara Jokowi Dibunuh di Kandang Ayam karena Urusan Utang Piutang
Peristiwa
14 jam yang lalu
Terungkap, Saudara Jokowi Dibunuh di Kandang Ayam karena Urusan Utang Piutang
2
WhatsApp Business akan Luncurkan Fitur Baru
Umum
13 jam yang lalu
WhatsApp Business akan Luncurkan Fitur Baru
3
Terungkap Tabir Uang di Rekening Cleaning Service Kejagung Tajir
MPR RI
18 jam yang lalu
Terungkap Tabir Uang di Rekening Cleaning Service Kejagung Tajir
4
Peringati Hari Santri, Gus Jazil Gandeng Anak Jalanan dan Kaum Marjinal
Peristiwa
18 jam yang lalu
Peringati Hari Santri, Gus Jazil Gandeng Anak Jalanan dan Kaum Marjinal
5
Pengamat Dorong Penguatan Peran Bakohumas
Politik
14 jam yang lalu
Pengamat Dorong Penguatan Peran Bakohumas
6
Pandemi Covid 19 Bisa Jadi Momentum Penataan Ulang Olahraga Indonesia
Olahraga
14 jam yang lalu
Pandemi Covid 19 Bisa Jadi Momentum Penataan Ulang Olahraga Indonesia
Home  /  Berita  /  Kesehatan

10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19

10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dr Mukhlasin.. (Istimewa)
Selasa, 29 September 2020 21:19 WIB
BATANG - Sejumlah santri Pondok Pesantren Selamat dan Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Subah terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr Mukhlasin mengatakan karena potensi penularan covid-19 cukup besar di Ponpes Selamat UPPKB Subah oleh pihak Puskesmas Subah melakukan rapid tes, yang ternyata ada sejumlah santri dan petugas hasilnya reaktif.

"Dari hasil reaktif rapid tes langsung kita tindak lanjuti lakukan swab dan hasilnya ada 10 santri dan 15 petugas jembatan timbang positif terkonfirmasi covid-19," jelasnya, saat dihubungi melalui ponselnnya, Senin (28/9/2020).

Untuk meminimalisir penularan, 10 santri yang dinyatakan positif covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) sudah dilakukan isolasi mandiri di Ponpes Selamat. "Kita perintahakan pihak Ponpes Selamat 20 santri untuk lakukan isolasi, dinkes juga selalu pantau perkembangan dan berikan edukasi serta lakukann tracing dan traking keseluruh pengurus dan santri Ponpes," jelas dr Mukhlasin.

Tidak hanya itu, Pemkab juga rekomendasikan untuk menghentikan sementara belajar mengajar tatap muka sampai tracing dan trackingnya selesai, lanjutnya.

"Saya sudah sarankan Ponpes untuk menutup sementara atau lakukan locdown agar kasusnya tidak bertambah," tegas dr Mukhlasin.

Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Subah juga menjadi klater baru dengan jumlah positif covid-19 sebanyak 15 orang petugas.

"Dari 15 orang petugas UPPKB subah yang dinyatakan positif covid-19 memang bukan orang Batang dan sudah melakukan isolasi mandiri," kata dr Mukhlasin.

Ia juga menyarankan untuk UPPKB Subah sementara ditutup selama 4 hari dan dilakukan pembersihan dengan disemprot disinfektan. Adapun data kumulatif terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Batang tanggal 28 September 2020 pukul 13.00 WIB totalnya sebanyak 351 orang.

"Total terkonfirmasi positif sebanyak 351 orang, dirawat 58 orang, sembuh 265 orang, meninggal dunia 27 orang," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:AyoSemarang.com
Kategori:Peristiwa, Kesehatan, Jawa Tengah
wwwwww