Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

RUU Ciptaker Seperti Kejar Target Dan Tidak Peka Dengan Harapan Rakyat

RUU Ciptaker Seperti Kejar Target Dan Tidak Peka Dengan Harapan Rakyat
Kepala Badan Pembinaan Organisasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Herman Khaeron
Senin, 05 Oktober 2020 15:11 WIB
JAKARTA - Polemik Omnibus Law RUU Cipta Kerja akan memuncak pada pekan ini. Sejumlah elemen buruh sudah terang menyatakan akan melakukan aksi mogok nasional lantaran Baleg DPR sudah menyepakati substansi RUU tersebut.

Sejak jauh hari Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Herman Khaeron mengaku sudah mengkritik habis pembahasan RUU Ciptaker. Ada sejumlah kejanggalan yang menjadi sorotannya.

"Sejak awal saya mengkritisi RUU Ciptaker yang seperti mengejar target, ada ketidaklaziman pembahasan, dan secara substansi tidak peka terhadap harapan rakyat, selain sedang pandemi Covid-19," ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Senin (5/10).

Menurut anggota Komisi VI DPR ini, sikap Partai Demokrat yang menolak RUU ini dibawah ke Rapat Paripurna DPR untuk disahkan menjadi UU sudah tepat.

"Sudah tepat jika Partai Demokrat menolak untuk diundangkan," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww