Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
23 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
17 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
17 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
17 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Metropolitan

'Walkout' saat Rapat Pengesahan Ciptaker, Benny Harman Sebut Pimpinan Sewenang-wenang

Walkout saat Rapat Pengesahan Ciptaker, Benny Harman Sebut Pimpinan Sewenang-wenang
Suasana rapat Paripurna, Senin (5/10/2020). (Gambar: Tangkapan layar virtual)
Selasa, 06 Oktober 2020 18:00 WIB
JAKARTA Legislator fraksi Partai Demokrat DPR RI, Benny K. Harman menilai, Pimpinan Rapat Paripurna pengesahan UU Ciptaker telah bersikap sewenang-wenang. Ini, menjadi salah satu alasan Benny memilih walkout dari Rapat.

"Dalam sidang DPR, keputusan diambil melalui mekanisme musyawarah mufakat apabila semua anggota fraksi yang ada di rapat paripurna setuju. Di sidang ini, kan ada dua fraksi yang tidak setuju RUU Ciptaker disahkan. Sesuai mekanisme tatib, kasih kesempatan lobi dulu supaya ada kesamaan pandangan. Kalau lobi tidak dicapai, kita voting. Tadi, pimpinan sewenang-wenang, tidak memberi kesempatan kepada kami untuk menyampaikan pandangan," kata Benny dalam pernyataan tertulis kepada Wartawan Parlemen, Selasa (6/10/2020).

Alasan lain, kata Benny, “RUU ini tidak punya urgensi apa pun di tengah rakyat Indonesia sedang menderita,".

"Rakyat sedang kesusahan akibat Covid-19, kok tega-teganya pemerintah membuat rancangan undang-undang yang tidak relevan dengan kebutuhan dan kesulitan masyarakat saat ini, lalu mendukung pengesahannya di paripurna," papar Benny.***

wwwwww