Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anis Beri Wejangan untuk Struktur PKS se-Jakarta Timur
Politik
7 jam yang lalu
Anis Beri Wejangan untuk Struktur PKS se-Jakarta Timur
2
Polri Berjanji Tindak Tegas Oknum Brimob yang Jual Senjata ke KKB Papua
Peristiwa
6 jam yang lalu
Polri Berjanji Tindak Tegas Oknum Brimob yang Jual Senjata ke KKB Papua
3
Tim Mahasiswa FTUI Raih Peringkat Ketiga Metal Cup Gold Season
Pendidikan
21 jam yang lalu
Tim Mahasiswa FTUI Raih Peringkat Ketiga Metal Cup Gold Season
4
Batal Ikut Turnamen di Perancis, PSSI Ajak Diskusi Shin Tae-yong
Sepakbola
10 jam yang lalu
Batal Ikut Turnamen di Perancis, PSSI Ajak Diskusi Shin Tae-yong
5
Kemendagri sebut Transparansi Informasi jadi Kunci Sukses Penanganan Pandemi
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Kemendagri sebut Transparansi Informasi jadi Kunci Sukses Penanganan Pandemi
6
Tim Penjaringan Balon Ketum PB PBSI Mulai Verifikasi
Olahraga
23 jam yang lalu
Tim Penjaringan Balon Ketum PB PBSI Mulai Verifikasi
Home  /  Berita  /  Nasional

Anis Apresiasi Rencana Merger 3 Bank BUMN Syariah

Anis Apresiasi Rencana Merger 3 Bank BUMN Syariah
Anis Byarwati dalam sebuah kesempatan rapat virtual dengan pemerintah. (Gambar: Dok. Ist.)
Kamis, 15 Oktober 2020 18:07 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati menanggapi pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir, bahwa Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berinisiatif untuk melakukan penandatanganan conditional merger agreement untuk menyatukan ketiga bank syariah nasional, yakni PT BRI Syariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri, dan PT BNI Syariah menjadi satu entitas.

"Pemerintah sebagai pemegang saham, harus melakukan konsolidasi di semua lini bisnis sesuai bidang usahanya, untuk mencapai kinerja yang bagus dan efisien," kata Anis kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Secara khusus, Anis berpesan kepada Pemerintah, agar bank syariah hasil merger ini memiliki misi utama untuk menciptakan sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemakmuran yang lebih merata bagi rakyat, bukan hanya mengejar profit.

"Dampak merger ketiga bank syariah ini harus signifikan terhadap kelangsungan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang jumlahnya di Indonesia mencapai 99,99 persen (64,2 juta unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 117 juta)," paparnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPR RI, Nasional, Politik, Ekonomi
wwwwww