Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
24 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
24 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
5
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
24 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
6
Jose Enrique Tak Merasa Bersaing dengan Eduardo Barbosa dan Ernesto Gomez
Sepakbola
24 jam yang lalu
Jose Enrique Tak Merasa Bersaing dengan Eduardo Barbosa dan Ernesto Gomez
Home  /  Berita  /  Olympic

Wihadi Kritik Keras 'Enjoy Flight' Sipil dengan Helikopter Polri

Wihadi Kritik Keras Enjoy Flight Sipil dengan Helikopter Polri
Gambar: Tangkapan layar video media sosial.
Selasa, 20 Oktober 2020 13:08 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Wihadi Wiyanto, mengkritik keras pemakaian Helikopter Polda Kepri oleh masyarakat sipil. Dugaaan pelanggaran-dan lebih jauh, pelecehan-mengemuka.

"Pemakaian fasilitas negara, dan khususnya ini adalah fasilitas Polri, yang dipakai untuk penegakkan hukum, tidak bisa dipakai untuk main-main (atau) semacam jalan-jalan. Apalagi itu namanya merupakan alat yang cukup vital," jelas Wihadi kepada Wartawan Parlemen, Selasa (20/10/2020).

Wihadi menegaskan, alasan Polda Kepri yang menyatakan itu penerbangan itu merupakan enjoy flight, bukan pernyataan yang tepat.

"Jadi kalau polisi membuat alasan seperti itu, saya kira ini ada sesuatu yang harus diperiksa lebih lanjut, motif kenapa ada tiga warga yang tidak punya kepentingan apapun naik helikopter polisi," tegas Wihadi.

Wihadi melihat kasus ini sebenarnya cukup serius, karena helikopter tersebut dipakai untuk pengawasan.

"Kalau warga sipilnya tidak punya kepentingan apa-apa dengan alasan jalan-jalan naik helikopter polisi, itu sih sebenarnya sudah pelecehan, jadi seakan-akan bahwa polisi ini sudah bisa dibayar oleh seorang pengusaha atau beberapa pengusaha untuk meminjamkan fasilitas-fasilitas vitalnya, (apalagi) untuk melakukan jalan-jalan," kata Wihadi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Olympic, Beladiri, Metropolitan, Nasional, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww