Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
19 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
22 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
19 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Umum

PJJ Belum Efektif, Dede Yusuf Dorong Penguatan

PJJ Belum Efektif, Dede Yusuf Dorong Penguatan
Wakil Ketua Komisi bidang Pendidikan Nasional Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI/Politisi Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi dalam sebuah kesempatan. (foto: istimewa)
Senin, 26 Oktober 2020 17:07 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, menilai bahwa pendidikan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau dalam jaringan (daring) masih belum efektif dan harus dikuatkan.

"Apakah pendidikan daring efektif atau tidak? Jawabannya, harus jujur memang tidak efektif. Karena apapun ketika melakukan sesuatu yang sifatnya darurat tentu pasti ada ketidakefektifan," kata Dede saat dihubungi, Senin (26/10/2020).

Oleh karenanya, lanjut Dede, kita memiliki konsep bahwa untuk satu tahun ke depan maka fungsi daring harus lebih dikuatkan.

"Salah satunya adalah dengan penguatan signal untuk beberapa daerah dan wilayah. Kedua adalah penguatan dukungan pulsa dan kuota," ucapnya.

Selain itu katanya, sudah harus dilakukan pembelajaran melalui media televisi dan radio. Juga membuat aplikasi-aplikasi yang gampang dan mudah untuk dikerjasamakan dengan murid-murid.

"Yang berikutnya adalah bagaimana pembelajaran tidak terlalu terbebani, kan banyak kita menerima masukan-masukan murid yang stres karena pembelajaran daring," katanya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Nasional, Umum
wwwwww