Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Olympic

Kecam Presiden Macron, Ormas Islam Desak Indonesia Usir Dubes Prancis

Kecam Presiden Macron, Ormas Islam Desak Indonesia Usir Dubes Prancis
Sejumlah ormas Islam yang menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis yang berada di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)
Senin, 02 November 2020 17:38 WIB
JAKARTA - Sejumlah ormas Islam yang menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis yang berada di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, meminta Dubes Prancis untuk Indonesia diusir.

Hal tersebut menyusul kecaman atas sikap sekaligus pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap telah menghina umat Islam dan Nabi Muhammad SAW.

"Usir Dubesnya, usir," teriak massa aksi disekitar lokasi, Senin (2/11)

Sebagai bentuk ekspresi, massa aksi juga membentangkan spanduk-spanduk bertuliskan nada kecaman kepada Macron, di antaranya Boycot Macron, Gantung Emmanuel Macron Penghina Rasulullah SAW, dan tulisan lainnya.

Beberapa tokoh dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 hadir di lokasi, di antaranya Syekh Abdul Jabar, Ustaz Haikal Hassan, dan tokoh-tokoh lainnya.

Seperti diketahui, Presiden Macron memicu protes besar di dunia muslim setelah Presiden Perancis itu berkomentar kalau negaranya tetap mempertahankan kebebasan berpendapat dengan mengizinkan kartun Nabi Muhammad dipublikasikan mingguan oleh Charlie Hebdo.

Tak hanya itu, pada Jumat (23/10) Macron juga mengatakan Islam adalah "agama yang mengalami krisis di seluruh dunia".

Hal itu dinyatakan Macron sebagai reaksi atas pembunuhan guru Samuel Paty baru-baru ini, setelah sang guru menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya.

Macron menganggap Paty adalah martir yang mengusung kebebasan berpendapat, serta menyebut pelaku sebagai seorang radikal muslim.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:RMOL.ID
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww