Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Nasional

Pandemi Munculkan Anomali, Gus Jazil Imbau Semua Pihak 'Eling lan Waspodo'

Pandemi Munculkan Anomali, Gus Jazil Imbau Semua Pihak Eling lan Waspodo
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid (dalam layar, kiri) dalam sebuah diskusi bersama wartawan di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/11/2020). (foto: zul/www.gonews.co)
Sabtu, 07 November 2020 20:08 WIB
BANDUNG - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid menilai, pandemi Covid-19 telah memunculkan berbagai anomali yang bisa membingungkan dalam berbagai segi kehidupan bangsa. Di tengah situasi demikian, imbauan agar 'eling lan waspodo' (sadar dan waspada, red) dianggap sebagai seruan yang tepat.

"Jadi, (segenap bangsa, red) harus selalu introspeksi dan juga waspada," kata Jazilul yang akrab disapa Gus Jazil itu dalam sebuah diskusi di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/11/2020).

Berbagai anomali yang dimaksud Gus Jazil ialah; penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) sementara 'bangsa sedang sakit' menghadapi pandemi; Pilkada yang sedianya adalah pesta demokrasi tak bisa lagi dimaknai sebagai pesta yang penuh keakraban dan keintiman sosial lantaran orang tidak boleh lagi berdekatan fisik, orang pesta tetapi harus pakai masker, kalau makan harus pakai boks, dan lain sebagainya; kerja wartawan jadi anomali; Pilpres juga anomali; salah ketik (UU Ciptaker, red) juga anomali, dan lain sebagainya.

Dalam konteks Pilkada yang penyelenggaraannya kurang dari 30 hari dan serentak di 270 daerah di Indonesia, kata Gus Jazil, kontestasi sebaiknya bukan lagi sebatas tentang 'menang-menangan', "(melainkan, red) pencalonan ini untuk mendarma baktikan, untuk eling dan waspada kepada sesama,".

Gelaran Pilkada di tengah berbagai anomali ini, tak menutup kemungkinan menyisakan soal nantinya. Tapi meski bagaimana pun, kata Gus Jazil, Pilkada juga adalah amanat konsitusi dan pengejawantahan sila ke empat Pancasila.

"Makanya saya mengajak seluruh aparatur-kita semua-untuk selalu waspada, untuk selalu menjaga kondusifitas agar bangsa kita bisa terus membangun (melangkah maju, red), karena memang Indonesia saat ini dalam keadaan krisis," kata Gus Jazil.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Barat, DKI Jakarta, Badminton, MPR RI, Nasional, Metropolitan
wwwwww