Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
24 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
24 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
4
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
24 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
5
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
4 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
3 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Voli

Gus Menteri Bangga, Ternyata BLT Dana Desa Ditiru Sejumlah Negara di Dunia

Gus Menteri Bangga, Ternyata BLT Dana Desa Ditiru Sejumlah Negara di Dunia
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 14 November 2020 20:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa ternyata telah ditiru oleh sejumlah negara di dunia. Hal ini diungkap oleh Adjunct Professor dari Georgetown University Scott Guggenheim.

Scott Guggenheim mengatakan, saat ini banyak negara ingin meniru BLT Dana Desa dan Indonesia tidak menyadari telah menjadi pelopor ide jaring pengaman sosiasl komplementer seperti ini.

"Di Negara Mana lagi 2,7 juta Kepala Rumah Tangga Perempuan bisa mendapatkan bantuan tunai semasa pandemi seperti ini?" kata Scott.

Hal ini diungkap oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar.

Menteri Halim paparkan hingga 8 November penggunaan dana desa untuk Desa Tanggap Covid-19 Rp3.170.295.090.907, Padat Karya Tunai Desa Rp10.546.404.905.108, Pembangunan infrastruktur lainnya Rp5.295.061.949.105 dan Dana Desa untuk BLT Dana Desa sebesar Rp18.493.069.800.000

"Total Dana Desa yang telah dipergunakan Rp37.504.831.745.120 dan jika dikurangi dengan Dana Desa dalam APBN TA 2020 Rp71.190.000.000.000 maka sisa Rp 33.685.168.254.880. Sisa ini dibagi dua, untuk BLT Dana Desa sampai Desember 2020 Rp9.968.500.200.000 dan untuk biaya Padat Karya Tunai Desa (PKTD) sampai Desember 2020: Rp 23.716.668.054.880," Papar Gus Menteri, sapaan akrabnya.

Untuk membangikitkan ekonomi di desa, maka Dana Desa bisa dimanfaatkan melalui PKTD dan BUMDes dan BUMDesma. Total Dana Desa dapat segera dibelanjakan pada bulan Oktober - Desember untuk untuk PKTD Rp23.716.668.054.880.

Diasumsikan minimal 55 persen sisa dana desa digunakan untuk upah PKTD maka sama denga Rp13.044.167.430.184. Jumlah HOK 130.441.674. Jika satu orang bekerja 8 hari/ bulan = 16 hari (2 bulan)

"Maka PKTD diyakini bisa menyerap 8.152.605 pekerja melalui Bumdes dan Bumdesma," kata Gus Menteri.

Merujuk pada pernyataan Scott Guggenheim, Keluarga penerima manfaat (KPM) BLT Dana Desa 8.005.274 yang meliputi sebanyaj 2.481.635 KPM adalah perempuan kepala keluarga (PEKKA) dan 286.163 KPM yang anggotanya menderita penyakit kronis dan menahun.***

wwwwww