Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
12 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
12 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
12 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
17 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  SEA Games

Kehilangan Penciuman dan Perasa Pertanda Baik bagi Orang Terpapar Virus Corona, Ini Penjelasannya

Kehilangan Penciuman dan Perasa Pertanda Baik bagi Orang Terpapar Virus Corona, Ini Penjelasannya
Ilustrasi kehilangan penciuman. (grid.id)
Rabu, 25 November 2020 10:32 WIB

JAKARTA - Belakangan ini semakin banyak orang yang terpapar virus corona mengeluhkan anosmia atau kehilangan penciuman dan perasa.

Dikutip dari detikhealth, sebagian pasien Covid-19 mengalami hilangnya penciuman dan perasa sangat parah, bisa berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan lamanya dan disertai hilangnya nafsu makan.

Banyak ahli meyakini, bahwa kehilangan penciuman dan atau perasa disertai penurunan nafsu makan merupakan pertanda baik bagi pasien terinfeksi corona.

Laman Times of India melansir, kondisi ini bisa melindungi orang dari tanda-tanda mematikan lainnya akibat virus corona Covid-19, yaitu serangan pernapasan dan peradangan atau inflamasi.

Banyak dokter mengatakan bahwa orang yang mengalami kondisi kehilangan indra penciuman dan perasa serta orang yang mengalami gejala gastrointestinal, seperti kram dan diare mungkin hanya menderita batuk ringan akibat Covid-19.

Kehilangan penciuman dan rasa tidak hanya tidak memiliki terapi obat, tetapi itu juga berarti bahwa mereka telah melindungi diri dari serangan pernapasan parah, yang biasanya terjadi sejak minggu ke-2 infeksi Covid-19.

Menurut dokter di India, pasien dengan bentuk kondisi Covid-19 sedang hingga parah dan membutuhkan perawatan ICU jarang sekali mengalami gejala hilangnya indra penciuman dan perasa.

Artinya, gejala tersebut bisa menjadi pertanda seseorang hanya mengalami kondisi ringan akibat virus corona Covid-19.

Bagi sebagian orang, perubahan indra penciuman bisa terasa sangat menyengat. Kondisi ini bisa mengubah aroma dan rasa suatu makanan.

Seseorang mungkin tidak bisa mencium bau rempah-rempah, manisan dan makanan asam yang biasanya memiliki bau menyengat dibandingkan makanan lain. Bahkan kondisi ini bisa menurunkan nafsu makannya karena lidahnya tak bisa merasakan apapun.***

Editor:hasan b
Sumber:detikhealth
Kategori:SEA Games
wwwwww