Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lengkap Dukungan Buat LBP Kata Tigor Tanjung
Olahraga
17 jam yang lalu
Lengkap Dukungan Buat LBP Kata Tigor Tanjung
2
Menpora Minta KONI Aceh Siapkan Masterplan PON 2024
Olahraga
17 jam yang lalu
Menpora Minta KONI Aceh Siapkan Masterplan PON 2024
3
Intsiawati Ayus: Pembahasan RUU Otsus Papua harus Libatkan MRP dan Masyarakat Adat
Politik
5 jam yang lalu
Intsiawati Ayus: Pembahasan RUU Otsus Papua harus Libatkan MRP dan Masyarakat Adat
4
Ganda Putra Indonesia Gagal Capai Target
Olahraga
18 jam yang lalu
Ganda Putra Indonesia Gagal Capai Target
5
Terhenti di Semifinal, Greysia/Apriyani Akui Lawan Lebih Siap
Olahraga
18 jam yang lalu
Terhenti di Semifinal, Greysia/Apriyani Akui Lawan Lebih Siap
6
Ahsan/Hendra Dihentikan Pasangan Muda Taipei di Semifinal
Olahraga
18 jam yang lalu
Ahsan/Hendra Dihentikan Pasangan Muda Taipei di Semifinal
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Kehilangan Penciuman dan Perasa Pertanda Baik bagi Orang Terpapar Virus Corona, Ini Penjelasannya

Kehilangan Penciuman dan Perasa Pertanda Baik bagi Orang Terpapar Virus Corona, Ini Penjelasannya
Ilustrasi kehilangan penciuman. (grid.id)
Rabu, 25 November 2020 10:32 WIB

JAKARTA - Belakangan ini semakin banyak orang yang terpapar virus corona mengeluhkan anosmia atau kehilangan penciuman dan perasa.

Dikutip dari detikhealth, sebagian pasien Covid-19 mengalami hilangnya penciuman dan perasa sangat parah, bisa berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan lamanya dan disertai hilangnya nafsu makan.

Banyak ahli meyakini, bahwa kehilangan penciuman dan atau perasa disertai penurunan nafsu makan merupakan pertanda baik bagi pasien terinfeksi corona.

Laman Times of India melansir, kondisi ini bisa melindungi orang dari tanda-tanda mematikan lainnya akibat virus corona Covid-19, yaitu serangan pernapasan dan peradangan atau inflamasi.

Banyak dokter mengatakan bahwa orang yang mengalami kondisi kehilangan indra penciuman dan perasa serta orang yang mengalami gejala gastrointestinal, seperti kram dan diare mungkin hanya menderita batuk ringan akibat Covid-19.

Kehilangan penciuman dan rasa tidak hanya tidak memiliki terapi obat, tetapi itu juga berarti bahwa mereka telah melindungi diri dari serangan pernapasan parah, yang biasanya terjadi sejak minggu ke-2 infeksi Covid-19.

Menurut dokter di India, pasien dengan bentuk kondisi Covid-19 sedang hingga parah dan membutuhkan perawatan ICU jarang sekali mengalami gejala hilangnya indra penciuman dan perasa.

Artinya, gejala tersebut bisa menjadi pertanda seseorang hanya mengalami kondisi ringan akibat virus corona Covid-19.

Bagi sebagian orang, perubahan indra penciuman bisa terasa sangat menyengat. Kondisi ini bisa mengubah aroma dan rasa suatu makanan.

Seseorang mungkin tidak bisa mencium bau rempah-rempah, manisan dan makanan asam yang biasanya memiliki bau menyengat dibandingkan makanan lain. Bahkan kondisi ini bisa menurunkan nafsu makannya karena lidahnya tak bisa merasakan apapun.***

Editor:hasan b
Sumber:detikhealth
Kategori:Kesehatan
wwwwww