Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
24 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
2
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
24 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
5
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
6 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
6
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
24 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Umum

Siswi SMP Ini Minta Dinikahkan karena Bosan Belajar Daring

Siswi SMP Ini Minta Dinikahkan karena Bosan Belajar Daring
Prosesi akad nikah sepasang pengantin remaja di Lombok Tengah. (Inews/ema widiawati)
Jum'at, 04 Desember 2020 09:19 WIB

LOMBOK TENGAH - ES (15), seorang siswi SMP di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta kepada orangtuanya untuk dinikahkan dengan alasan sudah bosan belajar dengan sistim daring (pembelajaran jarak jauh).

Permintaan remaja putri itu pun dipenuhi orangtuanya, sehingga berlangsunglah pernikahan sepasang remaja di Desa Aiq Berik, Kecamatan Batu Kliang Utara, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. Pasangan pengantin remaja itu adalah S (17) asal Kumbak Dalem dan ES asal Desa Aiq Berik.

''Saya bosan belajar online. Makanya putuskan menikah,'' ucap bocah kelas 3 SMP itu, Jumat (30/10/2020) lalu, seperti dikutip dari Inews.id.

Kepala Dusun Kumbak, Abdul Hanan mengaku sudah berupaya memediasi kedua pihak keluarga agar menunda pernikahan lantaran usia mereka masih di bawah umur.

''Kami sudah berusaha mencegah pernikahan dini ini, tapi mereka tetap memilih menikah,'' katanya.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Moh Nazili mengatakan, kasus pernikahan dini itu menjadi perhatian semua pihak, apa lagi ini alasannya bosan belajar di rumah.

Nazili menjelaskan, sebagai langkah memberikan efek jera, sekolah dan komite telah berinisiatif agar anak sekolah yang menikah dikenakan denda. ''Salah satunya denda berbentuk uang Rp2 juta hingga Rp5 juta,'' katanya.

Meski pernikahan kedua remaja itu sah secara agama, mereka tidak diakui negara karena tidak tercatat di KUA lantaran faktor usia.

Hingga September 2020, jumlah remaja di Lombok Tengah yang mengajukan dispensasi menikah selama pandemi Covid-19 mencapai 117 orang. Jumlah itu naik drastis dibandingkan sebelum pandemi.

Selain karena faktor ekonomi, sebagian besar siswa yang memilih menikah dini karena bosan belajar online.***

Editor:hasan b
Sumber:inews.id
Kategori:Umum
wwwwww